RS Darurat Wisma Atlet Hanya Rawat Pasien Corona COVID-19 Bergejala Ringan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 481 2189218 rs-darurat-wisma-atlet-hanya-rawat-pasien-corona-covid-19-bergejala-ringan-XgYotuUARB.jpg Ilustrasi. (Foto: Kementerian PUPR)

RUMAH Sakit Darurat COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, telah beroperasi sejak Senin 23 Maret 2020. Sampai dengan hari ini, rumah sakit tersebut dilaporkan telah melayani 208 pasien yang datang dari sejumlah daerah di Jabodetabek.

Namun, penting untuk diketahui bahwa RS Darurat COVID-19 menerapkan sejumlah syarat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perawatan medis.

"Syarat utama masuk RS Darurat adalah pasien dengan usia minimal 15 tahun ke atas. Untuk anak-anak tidak akan terima," jelas Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono dalam konferensi pers di BNPB, Kamis (26/3/2020).

wisma

Lebih lanjut Eko menjelaskan, meski pada awalnya RS Darurat ini didirikan untuk menangani pasien COVID-19 di Jabodetabek, pada kenyataannya, di hari pertama ada beberapa pasien yang datang langsung dari Surabaya dan Semarang.

"Pasien-pasien itu tetap akan kami terima. Namun, harus sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan," katanya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, ada tiga kriteria tambahan yang juga harus diketahui masyarakat sebelum memeriksakan diri di RS Darurat COVID-19.

Kriteria pertama adaah pasien dengan status ODP (orang dalam pemantauan). Pasien yang masuk pada kriteria ini bisa dirawat bila usia mereka lebih dari 60 tahun dengan komorbid terkontrol. Mereka akan menerima perawatan dengan sistem self handling atau mandiri.

Kriteria kedua kedua adalah pasien dengan status PDP (pasien dalam pengawasan). Pasien yang masuk kriteria ini bisa mendatangi RS Darurat COVID-19, bila memiliki keluhan atau gejala ringan dan sedang. Usianya juga harus lebih dari 15 tahun.

Kriteria ketiga adalah pasien yang telah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Mereka bisa dirawat bila hanya memiliki gejala ringan hingga sedang, serta tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid).

"Apabila ada pasien yang ringan, tetapi membawa penyakit yang lain, mereka akan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah. Karena sekali lagi, rumah sakit ini tidak didesain untuk menangani penyakit-penyakit yang lain," tegas Eko.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini