Nekat Buka Bungkus Jenazah Corona COVID-19? Dokter Ungkap Akibatnya

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 481 2190006 nekat-buka-bungkus-jenazah-corona-covid-19-dokter-ungkap-akibatnya-pt4WbtUlWS.jpg Ilustrasi. (Foto: INews)

BARU-baru ini beredar viral video yang memperlihatkan anggota keluarga dan pelayat di Kolaka, Kendari, Sulawesi Tenggara, membongkar plastik penutup jenazah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) corona COVID-19 sebelum dimakamkan. Pakar kesehatan pun membeberkan dampak buruknya.

Kehilangan anggota keluarga memang suatu ujian yang berat dan menyedihkan, Maka biasanya para anggota keluarga pun berbondong untuk menyampaikan salam terakhirnya kepada sang mendiang. Namun untuk kasus di atas, apakah tindakan keluarga tersebut bisa dibenarkan?

jenazah

Secara medis, dijelaskan oleh Dekan FKUI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, penanganan jenazah pasien virus corona COVID-19 sudah ada protokol khususnya. Sederet protokol khusus inilah yang seharusnya diperhatikan oleh pihak keluarga.

“Kalau sudah diduga, atau sudah positif terinfeksi COVID-19 kan memang akan dimandikan di rumah sakit. Petugas medis yang memandikan pakai APD (Alat pelindung diri) yang lengkap, pakai masker N95 sampai kacamata google," kata Profesor Ari, dalam konferensi pers daring “#FKUIPeduliCOVID19; Kehadiran Rapid Test COVID-19 di Tengah Masyarakat Indonesia”, Jumat (27/3/2020).

Sejatinya, tegas Prof Ari, begitu sudah dibungkus rapat oleh petugas medis di rumah sakit, keluarga tidak diperkenankan untuk membuka bungku jenazah tersebut untuk alasan apapun. Pembukaan bungkus plastik tersebut, hanya boleh dilakukan untuk tujuan medis seperti pemeriksaan autopsi.

"Setelahnya dimasukkan ke bungkus tertutup rapat tidak boleh air keluar, terlindungi sekali. Jadi kecuali untuk kepentingan autopsi ya memang bungkus jenazah tidak boleh dibuka,” terangnya.

Prof Ari menambahkan, protokol khusus penanganan jenazah yang terkait dengan COVID-19 ini bukan tanpa alasan. Sebab, memang ada dampak yang bisa timbul jika pihak keluarga nekat membuka bungkus jenazah bahkan mungkin hingga melakukan kontak dari kulit ke kulit dengan jenazah. Ya, dampak yang dimaksud oleh Prof Ari adalah peluang risiko tertular COVID-19.

“Ketika dibuka, percikan-percikan itu bisa keluar. Ketika kena ke tubuh kita, bisa tertular," ungkapnya.

Cara penguburannya saja pun harus berjarak, bisa saja ada percikan dari jenazah. Maka masyarakat salah besar kalau tidak mematuhi protokol mengubur jenazah COVID-19.

"Ini yang harus dimengerti di masyarakat, ketika ada keluarga yang tertimpa musibah kondisi begini, dibungkus rapi sudah dari rumah sakit ya enggak perlu dibuka-buka lagi,” tegasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini