Vitamin C Dapat Sembuhkan Pasien Corona COVID-19? Ini Jawaban Peneliti

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 27 481 2190025 vitamin-c-dapat-sembuhkan-pasien-corona-covid-19-ini-jawaban-peneliti-uuETzC9OSb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VITAMIN C dipercaya dapat membantu mempercepat kesembuhan pasien virus corona atau COVID-19. Benarkah demikian?

Sebagai contoh kasus, pasien yang menjalani isolasi virus corona COVID-19 di rumah sakit tertentu di New York, diberikan tambahan dosis vitamin C, di samping obat lainnya yang mereka konsumsi, ungkap juru bicara Northwell Health.

Pemberian dosis vitamin C tersebut disuntikkan ke tubuh pasien. Perlu diketahui, vitamin C kaya antioksidan sehingga mampu meningkatkan imunitas tubuh pasien virus corona atau COVID-19.

demam

Jumlah dosis yang diberikan kepada pasien COVID-19 di sana melebihi dosis harian yang direkomendasikan. Yaitu 90 miligram untuk pria dan 75 miligram untuk wanita, seperti yang direkomendasikan oleh National Institutes of Health.

Peter McCaffery, Profesor Biokimia di University of Aberdeen di AS, mengatakan kepada Newsweek, meskipun vitamin C yang diberikan dalam dosis tinggi relatif aman diberikan. Karena di bawah pengawasan klinis.

"Saya harus berharap ini dapat membantu," terangnya.

Dia menegaskan, efektivitas suntikan vitamin C untuk pasien COVID-19, memang tidak ditetapkan dengan bukti klinis yang kuat. Rumor yang menyebar secara online tentang potensi vitamin C untuk mengobati gejala virus corona COVID-19, atau bahkan mencegahnya berkembang sejak awal telah dibantah.

"Namun yang harus diingat konsumsi vitamin C dalam dosis besar tidak mungkin melindungi seseorang dari COVID-19," kata McCaffery.

Dilansir dari Mayo Clinic, sejumlah vitamin C diperlukan untuk melakukan berbagai fungsi tubuh, dari pembentukan pembuluh darah dan jaringan lain hingga penyerapan zat besi. Dalam dosis tinggi antioksidan, memiliki potensi untuk menyebabkan reaksi yang merugikan, seperti mual, diare, dan sakit perut.

Tetapi mungkin yang paling signifikan dalam kasus ini, vitamin C berperan dalam proses penyembuhan tubuh. Artinya, dapat melindungi sel dari radikal bebas berbahaya, yang ditemukan dalam asap rokok, polusi udara, dan gorengan, dan dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk kanker dan penyakit jantung.

Selain dari pengamatan, ada sedikit data ilmiah tentang seberapa besar dosis vitamin C dapat mempengaruhi COVID-19. Ada juga penelitian yang melihat keefektifannya melawan flu biasa. Beberapa kasus di antaranya disebabkan oleh virus lain, dari keluarga virus corona yang lebih luas.

Secara khusus, analisis dari 29 studi yang melibatkan lebih dari 11.000 orang, diterbitkan pada 2013 yang meneliti efek vitamin C pada gejala flu biasa. Para peneliti menemukan suplemen mengurangi durasi pilek pada orang dewasa sebesar 8 persen, lalu pada anak-anak sebesar 14 persen.

Para peneliti juga sedang melihat manfaat dari vitamin C yang mungkin diberikan pada pasien COVID-19. Para ilmuwan di Rumah Sakit Zhongnan di Wuhan, China, telah memulai uji klinis untuk menentukan hal itu. Tetapi belum ada hasil yang dipublikasikan.

Tanggal penyelesaian rencananya berakhir September 2020, ketika mereka berharap untuk menunjukkan bahwa vitamin C mengurangi efek peradangan penyakit di paru-paru.

"Jika berhasil, tindakan ini sebagian disebabkan oleh efek antioksidan vitamin C," imbuh McCaffery.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini