nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baik untuk Imunitas, Vitamin D Tak Berdampak Langsung pada Tulang

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 22:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 27 481 2190183 baik-untuk-imunitas-vitamin-d-tak-berdampak-langsung-pada-tulang-5fzmTQns7h.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VITAMIN D disebut sebagai salah satu sumber penguat imunitas, yang sangat cocok menghadapi pandemi virus corona COVID-19. Selain menambah imunitas, vitamin D juga kerap dikaitkan dengan kesehatan tulang.

Memang, vitamin D diklaim memiliki peran penting untuk mengatur kadar fosfor dan kalsium dalam darah juta.Dua faktor yang sangat penting untuk menyerap kalsium secara maksimal di usus.

Tapi, sebuah studi baru yang dilakukan oleh CNN, melaporkan data dari 81 uji coba yang melibatkan lebih dari 53.000 orang. Tercatat bahwa konsumsi vitamin D tidak memiliki dampak langsung terhadap kesehatan tulang.

"Meta-analisis kami menemukan bahwa vitamin D tidak mencegah patah tulang atau meningkatkan kepadatan mineral tulang, apakah pada dosis tinggi atau rendah," kata penulis utama Mark J. Bolland dari University of Auckland, seperti dilansir dari Newser.

manfaat vitamin D

Dia menambahkan, pedoman klinis harus diubah untuk mencerminkan temuan ini. Pasalnya, vitamin D membantu mengatur jumlah kalsium dan fosfat dalam tubuh, yang sebagian besar vitamin tersebut berasal dari paparan sinar matahari.

Saat ini, beberapa layanan kesehatan telah lama merekomendasikan orang untuk mengonsumsi suplemen vitamin D dengan berbagai alasan. Seperti meningkatkan kepadatan tulang pada orang tua, serta memastikan asupan vitamin D yang cukup.

Meski begitu, studi ini menemukan bahwa suplemen vitamin D dapat membantu dalam beberapa kasus langka. Seperti rakhitis dan osteomalasia, yakni kasus defisiensi vitamin D yang parah, memicu terjadinya pelunakan tulang.

Sayangnya, tidak semua orang yakin dengan temuan bahwa suplementasi vitamin D tidak memiliki dampak positif. Beberapa telah menunjukkan bahwa hanya 6% dari uji coba yang dianalisis mencatat kekurangan vitamin D sebagai masalah.

"Manfaat kesehatan dari suplementasi vitamin D, cenderung hanya berpengaruh pada orang-orang yang memang dari awalnya memiliki tingkatan yang rendah," kata seorang profesor medis.

Sementara peneliti lain mengatakan, beberapa uji coba yang dianalisis memiliki terlalu sedikit peserta terlalu rendah dosis vitamin D, juga periode pengobatan yang singkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini