nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Corona COVID-19 Bertambah, Bukti Kesadaran untuk Cuci Tangan Belum Maksimal

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 16:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 28 481 2190444 pasien-corona-covid-19-bertambah-bukti-kesadaran-untuk-cuci-tangan-belum-maksimal-3X7kw8xvqJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PASIEN yang positif mengidap virus corona COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Juru Bicara Penanganan Kasus COVID-19 Achmad Yurianto menyatakan ada penambahan 109 kasus positif hari ini. Sehingga, total kasus positif COVID-19 adalah 1.155 orang.

Penambahan kasus ini menjadi bukti bahwa penyebaran virus korona COVID-19 masih terus terjadi di masyarakat. Karena itu, Yuri menegaskan sekali lagi pada masyarakat untuk menjaga jarak antar orang 1 hingga 1,5 meter, baik di luar ruangan maupun di dalam rumah.

Selain itu, Yuri juga menegaskan pada semua warga Indonesia untuk lebih rutin menyuci tangan. Sebab, penularan tak langsung melalui tangan benar-benar bisa menginfeksi.

"Jangan pernah malas untuk cuci tangan, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah minum, jangan pegang wajah, mulut, hidung, dan mata jika tangan kotor," tegasnya saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jakarta, Sabtu (28/3/2020).

cuci tangan yang benar

Yuri menegaskan juga bahwa cuci tangan dengan sabun lebih ampuh dibandingkan dengan menggunakan hand sanitizer. Sebab, kunci penting dari mencegah penularan COVID-19 selain menjaga jarak adalah mencuci tangan.

"Tidak ada alasan menggunakan hand sanitizer. Harus cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serutin mungkin sebelum makan, sebelum minum, sebelum memegang mulut, hidung, dan mata. Data penularan menerangkan bahwa yang paling banyak penularan terjadi secara tidak langsung atau melalui tangan," tambah Yuri.

Sementara itu, secara keseluruhan, data kasus positif COVID-19 hingga Sabtu (28/3) ada 1.155, dengan jumlah yang sembuh sebanyak 59 orang, dan korban jiwa akibat COVID-19 sebanyak 102 orang.

Pemerintah memita kepada seluruh masyarakat agar bergotong royong dalam mengatasi pandemi COVID-19 ini. "Kita harus bekerja sama, pemerintah membutuhkan peran aktif masyarakat untuk bisa mengatasi masalah ini. Mudah-mudahan kita bisa menghadapi situasi yang sulit ini," pungkas Yuri.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini