Kontroversi Masker Trendi Mahal di Tengah Pandemi COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 05:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 30 194 2190952 kontroversi-masker-trendi-mahal-di-tengah-pandemi-covid-19-xK2j2GPq7w.jpg Ilustrasi (Foto : Thenational)

Pandemi corona COVID-19 bukan hanya membuat masker kesehatan menjadi barang langka. Namun juga membuat banyak masker-masker trendi penuh hiasan nan mewah berseliweran di mana-mana.

Jika Anda menelusuri linimasa media sosial dan toko-toko online di berbagai e-commerce, kini sudah tak sulit menemukan masker penutup mulut dan hidung dengan berbagai model dan detail hiasan.

Namun banyaknya kemunculan masker-masker dekoratif yang tidak efektif dari segi medis di tengah pandemi corona COVID-19 seperti saat ini, disebutkan memicu minat sekaligus kontroversi.

Sejatinya, masker-masker dekoratif ini diketahui bukanlah tren baru di industri fesyen dan hiburan dunia. Masker dekoratif penutup hidung dan mulut yang ngetren sekarang, sebetulnya sudah seliweran di panggung runway sejak beberapa tahun belakangan.

Masker

Contohnya untuk koleksi rancangan musim semi-musim panas 2015, desainer China, Masha Ma mengenakan taburan kristal mewah kristal Swarovski dalam koleksinya yang dipamerkan di Paris Fashion Week. Kemudian pada 2016 lalu, desainer asal India, Manish Arora berkolaborasi dengan rumah mode asal California, Vogmask.

Sedangkan di dunia panggung hiburan, para selebriti terkenal dunai memang jadi instrumen yang menjadikan permintaan akan masker dekoratif ini semakin banyak untuk tujuan keindahan atau estetika.

Contohnya Ariana Grande, yang pada 2019 lalu membuat merchandise masker warna pink dan hitam bertuliskan nama salah satu lagu hitsnya, “Thank U, Next” yang sengaja ditulis dalam bentuk huruf grafiti.

Ada lagi penyanyi muda peraih Grammy tahun 2020 ini, Billie Eilish yang tampil dengan aksesori mewah berupa masker yang menutupi setengah wajahnya, masker wajah keluaran rumah mode mewah, Gucci. Begitu juga saat di gelaran Paris Fashion Week 2020 belum lama ini, beberapa undangan terlihat hadir mengenakan masker mewah keluaran Chanel.

Pada 15 Maret lalu, Forbes mencatat bahwa retail mewah diperkirakan akan mendapatkan pendapatan USD33 hingga USD44milyar mengingat para kaum elite memilih untuk menjauh dari keramaian, tidak pergi ke apotik atau toko-toko untuk membeli masker secara langsung karena khawatir akan risiko tertular.

“Pengecualian di dalam peraturan produk-produk mewah, masker trendi mewah. Kini para konsumen mengantri, masuk dalam daftar tunggu untuk masker multi lapisan tersebut,” bunyi unggahan Forbes di akun laman Instagram.

Masker

Desainer mewah Prancis Marine Serre, baru-baru ini meluncurkan Marine Serre X Airinum Urban Air Mask 2.0. masker dari bahan jersey warna hitam yang dilengkapi dengan filter udara dan motif bulan sabit, dijual seharga USD295 atau sekira Rp4,7juta.

Terlepas dari harga yang mahal untuk masker yang pada dasarnya tidak menawarkan perlindungan secara nyata, nyatanya produk masker hasil kolaborasi tersebut dengan cepat terjual habis hanya dalam kurun waktu beberapa minggu setelah diluncurkan. Begitupun masker pernapasan bermotif merek Swedia Airinum, yang sudah banyak memiliki daftar waiting list pelanggan padahal stok barunya diperkirakan baru akan tiba pada Juli 2020 mendatang. Demikian seperti diwarta Thenational, Senin (30/3/2020).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini