Apa Itu Physical Distancing dan Pentingnya dalam Memutus Rantai Penularan COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 06:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 30 481 2190963 apa-itu-physical-distancing-dan-pentingnya-dalam-memutus-rantai-penularan-covid-19-TTxsLF7THN.jpg Ilustrasi (Foto : Nytimes)

Pemerintah terus mengimbau kepada masyarakat agar berperan aktif dalam memutus rantai penularan virus corona COVID-19. Salah satunya dengan menerapkan Physical Distancing.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. Dia mengatakan, Physical Distancing merupakan salah satu kunci untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona COVID-19.

"Jaga jarak (Physical Distancing) dan mencuci tangan adalah kunci untuk memutus mata rantai penyebaran corona. Penting untuk masyarakat mencuci tangan sebelum makan, minum, dan menyentuh wajah," kata Yuri sapaannya dalam konferensi pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, baru-baru ini.

Apa itu Physical Distancing?

Physical Distancing adalah menjaga jarak fisik setidaknya 1,5 meter dari orang lain dan menghindari kerumumunan demi mencegah penularan penyakit COVID-19.

Physical Distancing

Kegiatan Physical Distancing dilakukan sebagai strategi kesehatan guna mencegah atau memperlambat penyebaran virus. Bahkan, Physical Distancing menjadi norma baru dalam kehidupan setelah munculnya berbagai penyakit seperti corona sekarang.

Selain itu, Physical Distancing bagi orang yang sudah terinfeksi oleh virus juga dilakukan dengan cara mengisolasi diri dan mengkarantina diri, sehingga dapat dengan satu sama lain. Cara ini disebut sangat penting untuk dilakukan saat ini. Sebab, hingga sekarang peneliti belum menemukan vaksin untuk melindungi tubuh dan obat untuk sembuh dari virus corona.

Apakah cara ini bisa menghentikan virus?

Walaupun tidak 100% menghentikan penyebaran virus, cara ini terbukti efektif untuk memperlambat laju penyebaran. Faktanya, orang yang terpapar virus Covid-19 ini bisa saja tidak merasakan gejala apapun. Orang inilah yang berpotensi untuk menyebarkan virus kepada orang yang lebih rentan terkena penyakit, seperti orang tua dan anak bayi.

Bila menggunakan metode ini, potensi untuk menyebarkan virus menjadi lebih kecil, karena jarak yang jauh bila bertemu dan tidak melakukan aktivitas yang tidak penting di luar rumah.

Oleh karena itu, lebih baik jaga kesehatan diri sendiri dan di rumah saja. Sangat tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang tidak penting di luar rumah.

“Menjaga jarak secara fisik pada saat berkomunikasi kepada siapapun, di dalam rumah dan di luar rumah. Ini kunci pencegahan dan pengendalian penyakit COVID-19. Ini bisa dilakukan siapapun, mestinya ini bukan pekerjaan yang sulit,” terang dr. Achmad Yurianto di Gedung BNPB Indonesia, beberapa waktu lalu.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini