Viral Kalung Biru VSO Penangkal Virus Corona, Dokter Ungkap Efek Buruknya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 30 481 2191149 viral-kalung-biru-vso-penangkal-virus-corona-dokter-ungkap-efek-buruknya-8QoXQDRgr5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

NETIZEN di media sosial ramai membahas kalung biru yang diklaim dapat menangkal virus, termasuk virus corona COVID-19. Kalung tersebut biasa disebut dengan nama kalung biru VSO (Virus Shut Out).

Kalung biru VSO ini sudah mulai dijual di beberapa e-commerce. Jika dilihat dari informasi yang tertera di lapak penjual, kalung biru ini merupakan antivirus dan bakteri.

Dituliskan dalam keterangannya bahwa kalung biru VSO ini mengandung bahan utama chlorine dioxide generator (sodium chlorite, natural zeolite), yang merupakan produksi ciptaan Jepang. Kalung biru VSO ini punya durasi masa aktif yaitu 30 hari setelah pemakaian pertama. Harga yang ditawarkan sekira Rp200 ribuan.

vso

Di Twitter akun @Suci*****rswn coba membagikan beberapa foto selebriti yang sudah menggunakan kalung biru VSO ini. Foto-foto tersebut ia dapatkan dari hasil tangkapan layar ponsel pintarnya.

Terlihat di sana ada Nagita Slavina, Ayu Ting Ting, Rafatar, Ruben Onsu sudah menggunakan kalung tersebut. Foto ini pun tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Jadi, bagaimana dokter melihat fenomena kalung biru VSO ini? Diintip dari Instastory dr Listya Mita, SpKK, atau akrab disapa Dokter Mita, memberikan pernyataan mengenai alat yang diklaim bisa mencegah penularan virus, termasuk virus corona COVID-19.

"Ramai lagi deh ini kalung biru, dipakai si ini itu onoh tidak serta membuat suatu benda menjadi keramat dan didewa-dewakan. Mau beli silakan saja, enggak ada larangan. Tapi enggak usah ngarep bakal bisa menangkal dan mengusir virus bakteri jamur kuman setan begal, dan lain-lain," tegas Dokter Mita.

Ia pun mengkhawatirkan adanya rasa aman palsu, yang kemudian membuat pemakainya malah mengabaikan cuci tangan, tidak menghindari keramaian, tidak menghindari kerumunan orang, tidak melakukan physical distancing dengan benar. Sebabnya banyak yang terlena akibat terlalu percaya diri, lalu sudah merasa aman karena pakai kalung biru.

"Sudah pakai kalung biru, ya, tetap saja kamu kamu kamu bakal berisiko tinggi tertular," tambahnya.

Di unggahan lain, Dokter Mita menerangkan bahwa dirinya baru saja meminta tolong temannya yang paham bahasa Jepang untuk mengartikan tulisan yang ada di kemasan kalung biru. "Isi suratnya, produk tetap boleh beredar, tapi nggak boleh diklaim bisa tangkal flu atau bahkan corona," ungkapnya.

Dia pun menegaskan, pernyataan terkait kalung biru VSO ini bisa buat flu dan corona, janganlah dipercaya. "Itu pernyataan yang ngarang dan halu," pungkasnya.

Sejalan dengan Dokter Mita, Psikiater Siloam Hospital Bogor Jiemi Ardian juga menerangkan bahwa kalung biru VSO ini belum ada buktinya efektif mencegah penularan COVID-19.

"Gaes, enggak usah buang uang buat beli name tag yang dimahalin, ya. Enggak ada bukti benda ini efektif mencegah penularan COVID-19. Cuci tangan menggunakan sabun (apa saja) dengan air mengalir malah lebih baik," paparnya di Twitter.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini