Tingkat Kematian COVID-19 Melonjak, Pemakaman Dipersingkat dan Krematorium Siaga 24 Jam

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 30 612 2191173 tingkat-kematian-covid-19-melonjak-pemakaman-dipersingkat-dan-krematorium-siaga-24-jam-1L2TofbZuk.jpg ilustrasi: shutterstock

PANDEMI virus corona (COVID-19) yang menyerang hampir seluruh negara di dunia, telah banyak memakan korban jiwa. Tentunya jenazah akibat COVID-19 tersebut tidak bisa dimakamkan secara sembarangan demi menghindari penyebaran virus.

Sebagaimana dilansir The Sun, Senin (24/3/2020), direktur pemakaman Inggris telah bertemu dengan pemerintah untuk memutuskan bagaimana menangani jenazah COVID-19 saat jumlah kematian terus meningkat.

ist

Hal ini mengacu pada kasus di Irlandia yang memungkinkan proses pemakaman berlangsung tetapi hanya dengan kerabat dekat di rumah duka tanpa ada peti mati yang terbuka. Awalnya ada rencana untuk melakukan kremasi cepat untuk jenazah COVID-19.

Tapi saat ini Asosiasi Penguburan Nasional meminta panduan yang lebih jelas untuk membantu menghentikan penyebaran penyakit mematikan. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Eksekutif, Jon Levett.

“Direktur pemakaman di seluruh Inggris telah bekerja untuk mengembangkan rencana darurat dan siap untuk melangkah untuk mendukung Pemerintah dan negara,” terang Jon.

Direktur pemakaman membutuhkan kebijakan nasional yang sangat jelas untuk dikerjakan. Misalnya dengan pembatasan jumlah orang yang berkumpul. Orang yang berduka perlu tahu persis apa tujuan layanan pemakaman melakukan hal tersebut dan bagaimana direktur pemakaman dapat mendukung pelaksanaan pemakaman.

Kepala pemakaman akan memberikan arahan secara online jika pertemuan massal dilarang untuk mencegah penularan pandemi. Tindakan lainnya juga akan mencakup krematorium yang dibuka 24 jam sehari jika jumlah korban jiwa naik menjadi puluhan ribu.

Pemakaman juga dapat dipersingkat untuk memberi jalan bagi lebih banyak layanan. Sementara para penggali dapat membuat banyak kuburan sekaligus dengan truk berpendingin yang difungsikan menjadi kamar mayat sementara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini