nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosiolog Ungkap 3 Cara Lawan Corona COVID-19 di Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 17:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 30 612 2191343 sosiolog-ungkap-3-cara-lawan-corona-covid-19-di-indonesia-U0epo27TG5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI virus corona COVID-19 kian membuat resah masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat yang ketakutan terhadap virus yang telah menginfeksi lebih dari 1.400 orang dan membunuh lebih dari 120 orang.

Sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panik, dan justru dapat berpartisipasi dalam program pemerintah dalam menangani virus corona (COVID-19).

“Mencegah penyebaran dan mempertahankan diri supaya virus tidak menyebar terhadap seluruh masyarakat di manapun berada khususnya di Indonesia. Pencegahan jadi prioritas supaya tidak dilanda oleh tsunami pasien-pasien,” terang Imam lewat laman resmi BNPB TV, Senin (30/3/2020).

virus corona

Imam menjelaskan, upaya pencegahan harus dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya dengan upaya disiplin dan tanggung jawab di dalam lingkungan keluarga. Selain itu ketersediaan alat perlindungan diri (APD), juga sangat penting bagi para petugas medis.

“Bagi para korban yang sudah berjatuhan, akan sangat merepotkan petugas medis. Kalau tidak ada alat perlindungan yang cukup maka dokter juga akan berjatuhan. APD harus diberikan kepada tenaga medis, petugas kebersihan, satpam dan supir di rumah sakit harus diberikan perlindungan,” lanjutnya.

Kedua, Imam mengatakan bahwa masyarakat diimbau dapat bergotong-royong untuk membantu petugas medis di rumah sakit sebagai garda terdepan dalam menangani pandemi COVID-19. Selain itu untuk para petugas medis, Iman mengimbau untuk selalu menjaga kesehatan, cukup istirahat dan memperhatikan asupan makanan yang bergizi.

Memang, pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia telah merenggut kehidupan masyarakat kecil menengah. Oleh karena itu, cara terakhir agar masyarakat yang kehilangan penghasilan akibat gerakan social distancing dan work from home (WFH) dapat tetap hidup adalah dengan berbagi.

“Cara lain yang bisa kita lakukan adalah mengumpulkan uang atau sembako atau apa saja kepada keluarga yang membutuhkan. Oleh karena itu orang yang berekonomi berlebih dapat mengorganisasikan diri dan memperhatikan kanan kiri jangan sampai ada orang yang kelaparan dan kekurangan kebutuhan sehari-hari,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini