nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nekat Hadiri Pemakaman Jenazah Corona, Keluarga Ini Rasakan Akibatnya

Restu Prihargayu, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 18:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 30 612 2191387 nekat-hadiri-pemakaman-jenazah-corona-keluarga-ini-rasakan-akibatnya-foOZaCi3Qq.jpg Keluarga terinfeksi COVID-19. (Foro: SWNS)

SEORANG pasien asal Inggris yang dicurigai corona COVID-19, Sheila Brooks (86) meninggal dunia sebulan lalu. Keluarga pun nekat menghadiri pemakaman jenazah, kemudian malah terinfeksi virus corona berbahaya itu.

Dilaporkan Mirror, sekira 17 anggota keluarga mendiang Sheila Brooks terinfeksi corona COVID-19. Mereka jatuh sakit setelah dua minggu momen pemakaman.

kluarga

Sebagaimana diketahui, dua minggu merupakan masa inkubasi corona COVID-19. Pasien biasanya menunjukkan gejala virus corona, seperti demam, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

Susan Nelson, keponakannya, yang tidak memiliki riwayat penyakit mulai jatuh sakit. Ia pun meninggal dunia karena dicurigai terkena COVID-19.

Selain mendiang Susan Nelson, kini 16 anggota keluarga mereka dicurigai tertular COVID-19 setelah menghadiri pemakaman. Termasuk suami, anak perempuan, keponakan dan paman dari Susan Nelson.

Susan Nelson, yang merupakan pensiunan pemilik toko roti lapis dari Halesowen, West Mids, Inggris juga meninggal dunia di rumah sakit yang sama dengan bibinya, Sheila Brooks.

Anak perempuan Susan, Amanda (34), hanyalah salah satu dari 17 anggota keluarga yang diduga menunjukkan gejala COVID-19, setelah pergi ke pemakaman di Yardley Wood. “Itu adalah pemakaman bibiku yang hebat, sehingga banyak keluarga yang hadir di sana,” kata Amanda.

“Dia meninggal pada Februari 2020, tetapi kami baru saja memiliki begitu banyak orang yang tertular COVID-19. Sehingga saya hanya bisa mengira sejak pemakaman itu," ungkapnya.

Amanda juga mengungkapkan bahwa sepupunya saya yang berusia 21 tahun juga terinfeksi COVID-19. Termasuk pamannya yang berusia 88 tahun, sama-sama menunjukkan beberapa gejala COVID-19.

“Saya akan mengatakan sekitar 17 anggota keluarga saya telah menunjukkan gejala sejak pergi ke pemakaman itu. Keluarga kami adalah keluarga besar yang sangat dekat dan COVID-19 ini telah menghancurkan keluarga kami," sambungnya.

Carl, satu-satunya anggota keluarga tanpa gejala, mengatakan, sekalipun jangan pernah menghadiri pemakaman keluarga yang terinfeksi COVID-19. Ikuti saran physical distancing yang sudah diterapkan di banyak negara.

“Semuanya, tolong ikuti sarannya. Tetap di rumah, tetap aman. Siapa pun yang berpikir mereka sehat dan bugar, seperti flu atau pilek, jangan ambil risiko," kata Carl.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini