Curhat Pasien Positif yang Sembuh: Corona Itu Bukan Aib, Jangan Malu

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 22:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 30 612 2191471 curhat-pasien-positif-yang-sembuh-corona-itu-bukan-aib-jangan-malu-yffPxKrgqJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEJATINYA orang yang sedang sakit, para pasien positif corona COVID-19 tak hanya memerlukan pengobatan secara fisik, melainkan juga dukungan moril. Tapi apa jadinya jika bukan suntikan semangat yang diperoleh, mereka dapat cibiran dari orang-orang terdekatnya.

Masalah tersebut sempat dialami oleh salah satu pasien COVID-19, Rico Sihombing. Kepada Okezone, Rico Sihombing berbagi cerita pengalaman sedikit kurang menyenangkan, terkait situasi dirinya menjadi pasien positif corona COVID-19.

Pengalaman kurang mengenakkan yang dialami oleh Rico Sihombing, bukan perkara perawatan di rumah sakit. Rico Sihombing yang sekarang masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSKD Duren Sawit. Sembari menunggu hasil tes swab ketiga yang ia jalani, justru Rico Sihombing pengalaman kurang menyenangkan, dari lingkungan tempat tinggalnya sendiri.

corona

Rico Sihombing menuturkan, karena perangkat rukun tetangga (RT) di tempat tinggalnya, data pribadi dirinya dan sang istri menyebar luas tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Kalau soal pengucilan dari masyarakat saya belum tahu pastinya. Di lingkungan tempat tinggal sekarang, ini lingkungan saya dari kecil. Memang setelah dinyatakan positif ada informasi yang dibuat dan disebarkan oleh RT soal kondisi saya, mencantumkan nama saya dan istri tanpa izin," ungkapnya saat dihubungi Okezone.

"Tadinya info ini menurut RT untuk kepentingan RW saja, tapi jadi menyebar ke mana-mana,” sambungnya.

Rico Sihombing mengaku, sebetulnya ia pribadi merasa tidak malu berstatus sebagai pasien positif COVID-19. Menurutnya, tidak perlu malu, karena ini bukanlah suatu aib yang harus ditutupi.

Namun ia meluruskan, penyebaran data tanpa izin tersebut adalah perbuatan yang melanggar hukum. Inilah mengapa akhirnya sang istri memutuskan untuk menegur pihak RT setempat atas tindakan teledor tersebut.

corona

“Saya tidak masalah, karena buat saya enggak perlu malu dan merasa aib kalau kena COVID-19. Cuma sesuai aturan hukum apa yang dibuat Pak RT ini meskipun niatnya baik, tindakan tidak benar dan melanggar UU KIP, karena publikasi identitas pasien tanpa izin pasien dan keluarga. Istri sudah menegur dan Pak RT sudah minta maaf,” imbuhnya.

Terakhir, berkaca pada pengalamannya sebagai pasien positif COVID-19, Rico Sihombing berpesan pada masyarakat bahwa tidak perlu panik berlebihan akan ancaman virus corona. Namun di satu sisi, Anda tidak boleh menganggap pandemi COVID-19, sebagai sesuatu kondisi enteng.

Rico Sihombing menambahkan, sejatinya para pasien corona COVID-19 bukan hanya butuh dukungan dari keluarga. Tapi juga orang-orang terdekat lainnya di lingkungan sekitar.

“Jangan paranoid menghadapi wabah ini, tapi juga jangan menyepelekan. Pasien COVID-19 perlu dukungan dari keluarga dan semua pihak, untuk itu tidak perlu merasa malu bahkan minder kalau anggota keluarga ada yang positif COVID-19. Harapan sembuh itu ada dan nyata,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini