nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Mencuci Buah dan Sayur agar Terhindar dari Virus Corona COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 21:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 31 298 2192028 cara-mencuci-buah-dan-sayur-agar-terhindar-dari-virus-corona-covid-19-frDnnbx9Dw.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEPULANG dari pasar atau supermarket di tengah pandemi corona COVID-19, pasti Bunda khawatir dengan kondisi buah dan sayuran yang sudah dibeli. Jangan terburu-buru untuk mencucinya dengan sabun ya, karena ada efek buruknya untuk kesehatan.

Dalam video yang diunggah VanWingen, ia menyarankan produk direndam dalam air sabun dan kemudian mencucinya dengan sabun selama 20 detik. Tetapi melakukan hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti iritasi gastrointestinal ringan dengan mual, muntah, diare dan sakit perut.

sayur

Hal itu disebabkan karena produk makanan seperti sayuran dan buah-buahan memiliki pori sehingga dapat menyerap sabun yang diberikan saat pembilasan.

"Konsumen tidak boleh mencuci buah dan sayuran dengan deterjen atau sabun," menurut Departemen Pertanian AS (USDA). Produk-produk ini tidak disetujui atau dilabeli oleh Food and Drug Administration (FDA) A.S. untuk digunakan pada makanan. Anda dapat menelan residu dari sabun atau deterjen yang diserap pada produk,” ujar Chapman," dilansir Okezone dari Foxnews.

Selain itu banyak pernyataan tidak ilmiah yang beredar di masyarakat dengan kebiasaan mencuci buah dan sayur. Beberapa diantaranya adalah menggunakan larutan pemutih encer, jus lemon atau cuka untuk mencuci seluruh bahan makanan selama pandemi COVID-19.

“Sekali lagi, tidak ada bukti ilmiah bahwa semua cara ini bisa berhasil. Selain itu, menelan pemutih berbahaya. Tidak ada bukti bahwa sabun nabati dapat menghancurkan SARS-CoV-2, atau virus lain dalam hal ini. Karena tidak ada penelitian ilmiah yang mengatakan itu,” tambah Chapman.

Ada baiknya masyarakat untuk membilas buah-buahan dan sayuran segar dengan air dingin. Cara ini mungkin dapat menghapus 90% hingga 99% dari bakteri atau kuman yang ada pada bahan makanan.

Meski demikian, beberapa ilmuwan makanan setuju dengan pendapat VanWingen karena mengacu pada satu poin utama yang berisi penularan virus corona COVID-19.

cuci

“Risiko terbesar Anda dari bahan makanan dan virus corona adalah waktu yang Anda habiskan di toko kelontong di sekitar orang-orang yang terinfeksi virus dan memiliki gejala. Atau orang tanpa gejala yang berada di toko kelontong. Sangat berisiko besar berada di sana,” tutup Schaffner.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini