nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Cuci Sayur dan Buah dengan Sabun? Peneliti Ungkap Dampaknya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 20:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 31 481 2192019 sering-cuci-sayur-dan-buah-dengan-sabun-peneliti-ungkap-dampaknya-7WDb2PHak6.jpg Ilustrasi. (Foto: Huffingtonpost)

MENJAGA kebersihan saat pandemi virus corona (COVID-19) memang diperlukan. Terlepas dari itu, kebiasaan mencuci buah dan sayuran menggunakan sabun dan air bukanlah ide yang sangat baik.

Baru-baru ini para ilmuwan makanan telah mengungkapkan, selama 60 tahun lalu, ada masalah toksisitas tentang mengkonsumsi sabun cuci piring rumah tangga. Hal ini diungkapkan oleh seorang Profesor dan Spesialis Keamanan Makanan di North Carolina State University, Benjamin Chapman.

"Meminum sabun cuci piring atau memakannya dapat menyebabkan mual, dapat menyebabkan sakit perut. Ini bukan senyawa yang benar-benar dibuat oleh perut manusia. Sebagai gantinya, masyarakat harus mencucinya dengan air dingin,” ucap Chapman seperti dilansir Foxnews, Selasa (31/3/2020).

Seorang Dokter Keluarga, yang bekerja membuka praktik pribadi di Grand Rapids, Michigan, Jeffrey VanWingen mengunggah video ke akun YouTube pada 24 Maret 2020. Video tersebut berhasil viral dan telah dilihat sebanyak 16,5 juta kali.

cuci

“Saya merasakan urgensi untuk menyampaikan berita kepada orang-orang bahwa meskipun ada peringatan tetap di rumah seseorang perlu berhati-hati ketika pergi. Anda harus mendapatkan makanan, mengolahnya dengan hati-hati,” ucap VanWingen.

Dalam video itu, ia menyarankan orang-orang untuk menghabiskan sesedikit mungkin waktu berada di toko grosir. Mereka juga dianjurkan untuk membersihkan keranjang belanja dengan disinfektan, dan tidak pergi berbelanja untuk mereka yang lebih tua dari 60 tahun.

Karenanya, masyarakat dengan usia 60 tahun mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi virus corona COVID-19. Pernyataan ini telah diungkapkan langsung oleh Centers for Prevention and Disease Control (CDC).

Meski demikian, sebagian saran yang diberikan VanWingen terlihat kurang ilmiah. Misalnya saat ia menyarankan orang untuk menyimpan bahan makanan baru di garasi atau teras selama setidaknya tiga hari, jika memungkinkan.

Meski demikian VanWingen mengatakan teori tersebut tidak berlaku untuk barang-barang yang didinginkan atau dibekukan. Selain itu VanWingen menyarankan agar kontainer yang dibeli di toko segera didesinfeksi atau dibuang.

Studi baru-baru ini, di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa virus corona dapat bertahan di atas kardus selama 24 jam dan plastik serta stainless steel selama 72 jam. Walau demikian konsentrasi virus secara keseluruhan akan turun signifikan pada saat bersamaan.

Melihat anjuran yang diberikan VanWingen, Chapman pun berpendapat bahwa praktik mengkarantina dan membersihkan wadah makanan sebelum meletakkannya di lemari es atau dapur tidak diperlukan.

"Kami tidak memiliki bukti bahwa makanan atau kemasan makanan adalah kendaraan transmisi untuk virus corona. Adapun saran desinfektan VanWingen itu tidak didasarkan pada ilmu apa pun," kata Chapman.

Lebih lanjut, Chapman mengatakan, cara yang lebih baik untuk mengolah bahan makanan baru adalah dengan menyimpannya. Setelah semuanya tersimpan dengan baik, kemudian Anda mencuci tangan dengan sabun dan air, atau menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer).

"Bukan untuk mengatakan bahwa mencuci tangan itu ajaib, tapi ini seefektif apa yang dia sarankan. Membersihkan tangan adalah kuncinya,” kata Spesialis dalam Ilmu Makanan sekaligus Profesor terkemuka di Rutgers University di New Jersey, Donald Schaffner.

Ia menyarankan, masyarakat untuk membersihkan tangan setelah kembali dari toko. Jika seseorang masih merasa khawatir setelah menyimpan semua bahan makanan, maka cuci tangan atau gunakan pembersih tangan.

Hal ini juga berlaku ketika Anda hendak menyiapkan makanan dan sebelum makan. Selalu bersihkan tangan sebelum memulai segalanya.

"Kau tahu apa? Itu saran yang bagus bahkan sebelum pandemi virus corona. Dan itu akan menjadi saran yang bagus setelah pandemi juga,” ujar Schaffner.

Tapi ada sebagian orang yang khawatir tentang kemasan makanan yang berpotensi menyimpan virus. Namun semua hal ini bukan bermasalah pada makanannya. Pasalnya makanan itu tidak akan membuat seseorang sakit hanya dengan memakannya.

Dalam percakapan tersebut Chapman mengatakan secara teori, virus corona tidak mungkin bertahan dengan baik di dalam perut karena sifatnya yang sangat asam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini