nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Pasien Positif COVID-19, Setelah Sembuh Berjanji Akan Berhenti Merokok

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 01 April 2020 09:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 01 481 2192188 curhat-pasien-positif-covid-19-setelah-sembuh-berjanji-akan-berhenti-merokok-ZgwN5SWvJw.jpg Ilustrasi (Foto : Anadolu Agency)

Ketika jatuh sakit, biasanya memang manusia baru menyadari bahwa kesehatan memang adalah nikmat besar yang tidak bisa dihitung.

Saat sudah jatuh sakit dan merepotkan sanak keluarga, biasanya memang baru kita sadar bahwa kesehatan itu mahal adanya. Biasanya di saat sudah jatuh sakit ini juga kebanyakan orang, berjanji akan memulai gaya hidup yang lebih sehat.

Seperti tekad bulat dari Rico Sihombing, salah satu pasien positif COVID-19. Positif terinfeksi COVID-19 dan menjalani perawatan di ruang isolasi RSKD Duren Sawit, Rico mempunyai tekad bulat terkait gaya hidupnya.

Mengingat penyakit COVID-19 adalah infeksi yang menyerang sistem pernafasan, ia sadar kini setelah positif terinfeksi COVID-19 keadaan paru-paru miliknya sudah tak seperti dahulu. Terlebih lagi ditambah dengan kebiasaan buruk merokok yang ia miliki sebelumnya.

“Iya saya sudah tahu ada dampak ke paru-paru, apalagi sebelum dirawat saya perokok aktif,” aku Rico ketika dihubungi Okezone baru-baru ini.

Virus Corona

Sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi pasien positif terinfeksi COVID-19 dan sekarang tengah berjuang untuk berangsur-angsur pulih, pria alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia satu ini punya tekad bulat untuk mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat.

Rico menuturkan ia bertekad untuk berhenti merokok, tak tanggung-tanggung ia mengaku ingin berhenti secara total bukan mengurangi sedikit demi sedikit.

“Setelah sembuh yah berhenti merokok total lah, demi melindungi diri sendiri dan keluarga,” tegasnya.

Berbicara atas dasar pengalaman pribadinya sebagai pasien positif COVID-19, Rico mengimbau pada masyarakat untuk mengikuti semua arahan yang dikeluarkan pemerintah untuk penanganan pandemi COVID-19 ini agar situasi semakin cepat bisa diatasi.

“Jangan meragukan prosedur yang dibangun pemerintah untuk menangani penderita COVID-19 karena dari pengalaman saya mereka sangat baik dan profesional menangani pasien dengan segala keterbatasan baik itu tenaga medis dan lain-lain,” ujarnya lagi.

Tapi Rico di sisi lain berharap pemerintah bisa lebih cepat lagi dalam hal pemeriksaan swab. Menurut Rico, cepat atau tidak keluarnya hasil swab dari para pasien juga berdampak pada pemberitaan positif tentang angka kesembuhan pasien.

“Saya harap pemerintah lebih meningkatkan kapasitas untuk pengujian swab supaya hasil dapat diperoleh lebih cepat. Kalau kita lihat publikasi data angka yang meninggal lebih banyak dari yang sembuh, padahal menurut saya yang sedang sembuh cukup banyak. Cuma mereka belum bisa dipastikan karena hasil swab yang cukup lama karena banyaknya antrian,” tutup Rico.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini