Rawat Pasien COVID-19 Hampir Ingin Mati, Perjuangan Suster Cantik Ini Tak Sia-Sia

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 01 April 2020 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 01 612 2192192 rawat-pasien-covid-19-hampir-ingin-mati-perjuangan-suster-cantik-ini-tak-sia-sia-RxokLP1HTi.jpg Suster Irene. (Foto: Instagram/@irenehasugian)

MENANGANI dan merawat pasien positif terinfeksi COVID-19, bukanlah tugas yang mudah. Tak jarang, para suster harus dihadapkan oleh pengalaman yang membuat hati sedih dan hancur.

Bersama para dokter, para suster juga menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi corona COVID-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Contohnya seperti yang dialami oleh Irene Hasugian, salah seorang perawat di salah satu rumah sakit swasta di Karawaci, Tangerang.

Irene bertugas sebagai salah satu suster di ruang ICU merawat pasien positif COVID-19. Ia mengaku baru saja mengalami suatu pengalaman luar biasa.

Irene mengaku, sedari awal ketika ia mengetahui hasil pemeriksaan pasien yang ia rawat menunjukkan hasil positif terinfeksi COVID-19 di situ hatinya sudah hancur. Bahkan saking sedihnya, ia sempat menyendiri untuk menghindari pertanyaan dari banyak orang termasuk keluarganya.

irene

“Sebetulnya pas tahu pasien itu positif COVID-19, hati saya hancur dan sedih. Enggak tahu mesti ngapain, saya berusaha untuk menyendiri menghindari berbagai pertanyaan dari keluarga,” tutur Irene dalam tayangan video yang ia unggah ke linimasa akun laman media sosial pribadinya.

Meski hatinya hancur, sebagai seorang suster ia berusaha tegar. Setelah menguatkan diri, Irene kemudian memberitahu keluarganya bahwa ia kini tengah merawat pasien positif corona.

Hari demi hari Irene pun menjalankan tugasnya merawat sang pasien. Namun di suatu malam ia melihat pasien yang bersangkutan belum juga tertidur.

Secara tiba-tiba, sang pasien positif COVID-19 tersebut mengatakan bahwa ia ingin menyerah dan ingin meninggal saja ketimbang menjalani cobaan, jatuh sakit terinfeksi COVID-19.

Dalam keadaan hati yang begitu sedih, Irene tak mau menyerah sebagai suster. Sekuat tenaga ia mencoba memberikan suntikan semangat kepada sang pasien, yang hampir menyerah tersebut.

“Saya sedih, mengingat pasien tersebut juga memiliki bayi yang juga sedang berjuang di ruang perawatan khusus untuk bayi di NICU. Saya ceritakan kepada si pasien, bahwa dia harus berjuang demi bayinya. Saya bilang, bayi dia terus menunjukkan perbaikan. Ini supaya jadi suntikan semangat untuk pasien,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Irene bahkan sempat kembali menyemangati sang pasien bahwa ia sebagai suster yang merawat, tengah berjuang keras untuk kesembuhan pasiennya.

“Saya kasih tahu ke pasien juga, saya sebagai perawat juga lagi berjuang merawat beliau dengan sepenuh hati biar beliau bisa sembuh, bisa ketemu bayinya lagi. Di situ pasien terdiam dan seakan-akan enggak percaya kalau bayinya masih hidup,” lanjut Irene.

Setelah itu, dibantu oleh rekan-rekan sejawatnya sesama suster, sang pasien yang sudah putus asa hampir menyerah tersebut, ditunjukkan tayangan video bayinya yang juga sedang sama-sama berjuang untuk sembuh.

Usaha yang dilakukan Irene nyatanya tak sia-sia. Sebab kini sang pasien sudah kembali semangat dan menunjukkan perkembangan baik berangsur-angsur pulih.

“Teman-teman kasih video tentang bayinya ke pasien, biar beliau semangat dan enggak gelisah lagi. Dari hari ke hari kondisi beliau semakin stabil,” tutup Irene.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini