nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lockdown, Wanita Ini Jalan Kaki ke Singapura Demi Cucunya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 01 April 2020 22:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 01 612 2192656 lockdown-wanita-ini-jalan-kaki-ke-singapura-demi-cucunya-OvmvNpc1Xj.jpg

KEPUTUSAN lockdown yang dilakukan pemerintah Malaysia hingga 14 April 2020 membuat transportasi umum Negeri Jiran lumpuh. Semua kendaraan dilarang beroperasi oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Baru-baru ini seorang pria bernama Herman Sudil membagikan kisah perjuangan sang ibu yang harus berjalan kaki dari Johor Bahru (JB) menuju Singapura pada 29 Maret 2020. Hal ini dilakukan setelah pemerintah melakukan lockdown.

Wanita paruh baya tersebut harus melakukan perjalanan sekira empat jam lamanya untuk sampai ke tempat tujuan. Tidak ada kendaraan umum maupun kendaraan pribadi yang bisa ia gunakan untuk mempermudah perjalanannya.

Menurut Herman yang tinggal di JB, sang ibu yang hampir berusia 66 tahun pergi ke utara Malaysia sejak dua minggu lalu untuk membantunya merawat bayinya. Sang ibu merawat bayi Herman yang masih berusia tiga bulan, sementara istrinya menjalani operasi.

Sebagaimana dilansir Mothership, Rabu (1/4/2020), setelah ibu Herman mendengar bahwa suaminya yang berusia 80 tahun jatuh sakit dan merindukannya, dia memutuskan untuk kembali ke Singapura. Ia ingin menjaga sang suami yang sewaktu-waktu membutuhkan pertolongannya.

Sang suami mengatakan bahwa istrinya tidak perlu kembali karena status lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Pasalnya tidak ada kendaraan yang diizinkan untuk lewat atau masuk menuju Malaysia.

Namun karena sang istri sudah berada di JB maka ia masih berpeluang untuk kembali ke Singapura dengan segala konsekuensi yang harus dihadapi. Karena pemerintah tidak memperbolehkan kendaraan masuk atau meninggalkan Malaysia, maka Ibu Herman memilih untuk berjalan kaki.

Sekadar informasi Ibu Herman yang memiliki masalah kaki dan lutut itu harus berjalan jauh mulai dari bea cukai BJ menuju Singapura. Herman juga mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya sang ibu melintasi Causeway dengan berjalan kaki.

Pasalnya Herman selalu menggunakan mobil saat menjemput ibunya dari Singapura menuju JB. Perjalanan wanita paruh baya ini menuju Singapura ditemani oleh keponakan Herman yang berusia 20 tahun.

Sang keponakan bertugas membantu ibu Herman membawa koper dan memberikan kabar kepada Herman menggunakan panggilan video setiap beberapa menit. Rupanya sang anak sangat khawatir tentang kondisi ibunya, terlebih dengan penyakit kaki dan lutut yang dideritanya.

Herman mengatakan kepada media lokal Malaysia, bahwa ibunya membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menyeberangi Causeway. Perjalanan semakin lama karena sang ibu akan berhenti untuk beristirahat setiap beberapa menit.

Dia memulai perjalanannya di Bea Cukai JB pada pukul 17:00 waktu setempat dan mencapai Boon Lay di Singapura pada pukul 21:30 waktu Singapura. Untungnya, dua staf Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan membantu perjuangan pulang sang ibu.

Kedua petugas tersebut mendorong ibunya ke kantor imigrasi menggunakan kursi roda setelah tiba di bea cukai Singapura. Dia kemudian pulang ke rumah untuk menjalani isolasi diri selama 14 hari.

Herman mengatakan saat ini banyak orang Singapura termasuk lansia, wanita hamil, harus melakukan perjalanan dari JB kembali ke Singapura. Mereka semua pulang ke wilayahnya masing-masing dengan berjalan kaki setelah pemerintah melakukan lockdown.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini