nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Desainer Diajak Bikin 100.000 Masker Kain demi Lawan Corona COVID-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 19:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 02 194 2193177 desainer-diajak-bikin-100-000-masker-kain-demi-lawan-corona-covid-19-IgsXwuopwB.jpg Ilustrasi. (Foto: Bussinesinsider)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak desainer lokal untuk berpartisipasi dalam Gerakan Masker Kain. Gerakan ini bertekad memproduksi 100.000 masker kain,yang akan dibagikan kepada masyarakat untuk menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Plt Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekaf Josua Puji Mulia Simanjuntak menjelaskan, gerakan ini terbuka bagi para pelaku atau desainer lokal subsektor fesyen di Indonesia.

Siapapin yang turut serta dalam gerakan tersebut, pendaftaran dibuka mulai 1-5 April 2020 di kanal media sosial Kemenparekraf.

masker

“Gerakan Masker Kain bertekad bisa memproduksi total 100.000 masker kain yang akan didistribusikan kepada pekerja pariwisata (PHRI), pekerja kreatif (asosiasi kreatif), pekerja publik (Transjakarta, MRT, Pertamina, dan sebagainya) serta pekerja sektor lainnya yang diusulkan,” katanya seperti dikutip dari keterangan tertulis, yang ditetima Okezone, Kamis (2/4/2020).

Josua juga menambahkan, gerakan ini muncul sebagai bentuk keprihatinan karena kelangkaan masker di pasaran. Kalaupun ada, harga yang ditawarkan sangat tidak wajar.

Hal ini kemudian mendorong Kemenparekraf berinisiatif untuk mengajak para pekerja fesyen, agar menggerakkan usahanya dengan membuat masker kain, dari kain perca atau sisa bahan kain produksi mereka. Selain itu, gerakan ini bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat, agar tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Penggunaan masker kain pun dianggap cukup memadai bagi mereka yang sehat. Maka dengan semakin banyaknya masyarakat menggunakan masker kain, suplai masker medis akan lebih mudah didapatkan oleh mereka yang lebih membutuhkan. Termasuk tenaga medis, pasien ODP, PDP, dan positf COVID-19.

“Masker yang terbuat dari kain ini telah diteliti cukup untuk meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus, dan droplet di luar rumah jika memang tidak dapat melakukan Work From Home dan harus berinteraksi dengan banyak orang,” katanya.

Selain itu, lanjut Josua, upaya ini diharapkan bisa membantu menggiatkan atau menggerakkan usaha para desainer lokal, dari sektor fesyen Indonesia, yang ikut terdampak dari wabah COVID-19. Sehingga mereka tetap dapat terus bertahan hidup.

“Selain juga memanfaatkan sisa bahan kain dari produksi garmen untuk mengurangi sampah industri fesyen sehingga bisa menerapkan zero waste,” tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini