nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Edukasi Virus Corona kepada Anak Lewat Buku Mewarnai

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 09:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 02 196 2192752 edukasi-virus-corona-kepada-anak-lewat-buku-mewarnai-13dpq4NdKn.jpg Ilustrasi (Foto : Parenting)

Mengenai virus corona SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19, untuk sebagian orang dewasa saja sulit untuk dipahami, apalagi untuk anak-anak. Terlebih lagi jika penjelasan yang beredar selama ini, memang kebanyakan penjelasan teknis yang sangat medis.

Berangkat dari sini lagi, rumah sakit anak-anak, St. Jude Children's Research Hospital berinisiatif untuk membuat buku mewarnai khusus anak-anak yang bisa menjadi gambaran lebih mudah untuk dimengerti bagi anak-anak, tentang apa itu virus corona

“Kami paham terkadang hal-hal medis seperti diagnosa itu sulit dipahami, karena sangat kecil, atau sesuatu yang tidak bisa kita lihat. Jadi datanglah ide ini, diwujudkan dalam bentuk visual untuk memberikan anak-anak petunjuk. Membuat informasinya sedikit lebih mudah dicerna,” ungkap Rachel Schmelzer, spesialis anak di St. Jude Children's Research Hospital.

Buku mewarnai yang pertama kali diproduksi oleh rumah sakit tersebut berisi 10 halama ilustrasi yang menampilkan berbagai gambar, misalnya anak laki-laki, anak perempuannya, orang tua, suster, dan gambar dari virus itu sendiri.

Buku Gambar Corona

Seperti disitat Usatoday, Kamis (2/4/2020) gambar-gambar ilustrasi ini dilengkapi dengan penjelasan dasar, misalnya instruksi tentang ketika kita mencuci tangan maka virus corona bisa hilang. Bahkan informasi tentang makna dari virus corona, yang mempunyai arti mahkota dan jika dilihat dengan mikroskopi memang bentuknya menyerupai mahkota.

Didesain oleh Emily VanGilder, perancang grafis muda, fokusnya ialah bagaimana dengan informasi yangb dibuat lebih menyenangkan ini informasi seputar virus corona bisa lebih masuk dan dimengerti oleh anak-anak yang menjadi target, anak-anak usia 5 hingga 9 tahun.

“Saya tidak ingin membuat virus ini jadi terlalu seram, saya coba membuatnya lebih cenderung punya tampilan usil ketimbang membuat dia sebagai tokoh jahat,” ujar Emily.

Awalnya, buku ini hanya diproduksi sebanyak 750 dengan teks yang dicetak dalam bahasa Inggris, Spanyol dan Arab lalu didistibusikan di kampus St.Jude, Target House, dan Ronald McDonald House.

Seperti penjelasan Dr. Valerie Crabtree, kepala layanan psikososial di St Jude, buku mewarnai ini membantu orang tua dan anak-anak untuk bisa bekerja sama mengatasi kekhawatiran tentang virus corona, karena biasanya anak-anak senang memperlihatkan halaman buku yang mereka warnai kepada orang tua. Bahasa teks yang disederhanakan juga bertujuan agar para orang dewasa bisa lebih mudah membahas virus ini dengan anak-anak.

“Saya rasa dengan membawa kreativitas, di tipe situasi seperti ini bisa membantu untuk kita merasa tenang dan memanfaatkan sesuatu yang berpotensi bisa jadi sesuatu yang menyeramkan diubah menjadi pengalaman untuk belajar,” pungkas Valerie.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini