nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Akan Gunakan Mesin TB untuk Cek COVID-19 Massal

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 06:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 02 481 2192732 pemerintah-akan-gunakan-mesin-tb-untuk-cek-covid-19-massal-RAWyCS1Zrd.jpg Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Guna memutus mata rantai penularan virus corona atau COVID-19, pemerintah Indonesia telah menyiapkan sejumlah upaya. Mulai dari menyediakan rapid test kit untuk skrining dini, alat pelindung diri (APD) hingga melakukan modifikasi pada mesin Tuberkolosis (TB).

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Gedung BNPB hari ini, Selasa (1/4/2020).

"Lebih dari 349 ribu APD telah terdistribusi di sejumlah provinsi. Ini akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang menjadi lini terdepan dalam perawatan pasien COVID-19," ujarnya.

Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

Lebih lanjut Yuri menegaskan, permasalahan pandemi COVID-19 merupakan permasalahan bersama yang harus diselesaikan secara terintegrasi oleh semua pihak. Maka dari itu, pemerintah juga sudah menyiapkan 360 Rumah Sakit Rujukan yang terdiri dari RS milikpemerintah, TNI dan Polri, BUMB, maupun swasta.

Sementara itu, dalam waktu dekat ini, pemerintah juga akan memanfaatkan mesin TB PCM yang telah tersedia di 320 RS dan beberapa puskesmas terpilih. Alat tersebut akan dikonversi atau dimodifikasi, sehingga dapat digunakan untuk pemeriksaan pasien COVID-19.

"Jadi setting mesinnya akan diubah. Pemerintah juga akan mendatangkan cartridge (alat tambahan), serta melatih SDM untuk dapat mengoperasikannya. Kita optimis minggu ini, alat itu sudah bisa digunakan," ungkap Yuri.

Penggunaan mesin TB sebagai alat pengecekan COVID-19, tambah Yuri, diharapkan dapat memperpendek pemeriksaan spesimen pada RS yang merawat pasien terduga virus corona. Dalam arti lain, dari segi efsiensi waktu alat ini mampu mempercepat pemeriksaan menuju laboratorium yang telah ditentukan.

"Harapannya semakin cepat dilakukan pemeriksaan, karena pemriksaan PCR adalah antigen sehingga interpretasinya adalah pasti. Apakah pasien terbukti terinfeksi atau tidak. Ini bukan pemeriksaan antibodi yang dilakukan pada mekanisme rapid test," tegas Yuri.

"Basis semua itu adalah untuk memutus rantai penularan, ini menjadi dasar penting dan menentukan sukses tidak kita menanggulangi COVID-19," tandasnya.

Sekadar infomasi, Data terakhir yang dikeluarkan BNPB per hari ini, pukul 12.00 WIB, total sebanyak 1.677 kasus positif COVID-19, 103 pasien dinyatakan sembuh, dan 157 orang dilaporkan meninggal dunia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini