nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesan dr Handoko Gunawan untuk Pasien COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 14:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 02 481 2192869 pesan-dr-handoko-gunawan-untuk-pasien-covid-19-T2ndbOx4L0.JPG dr Handoko Gunawan (Foto : kitabisacom/Instagram)

Setelah merawat pasien diduga COVID-19 tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD), dokter Handoko Gunawan diketahui mengalami penurunan kondisi kesehatan. Ia mengeluhkan tidak sehat.

Sadar akan hal tersebut, ia pun dibawa ke rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta untuk mendapat perawatan dan diisolasi. Kejadian tersebut terjadi di pertengahan Maret 2020.

"Saya terinfeksi COVID-19," katanya. "Yang saya alami ialah batuk, demam tinggi, dan sulit bernapas. Saya merasa mual dan muntah-muntah juga," katanya seperti dikutip dari laporan Riyadh Daily.

Dia dirawat karena COVID-19. Dalam beberapa informasi dikatakan bahwa perawatan yang harus dijalani dr Gunawan adalah mengonsumsi berbagai obat, mulai dari flu burung hingga obat malaria.

dr Handoko

Selain mengonsumsi obat, selama delapan hari di rumah sakit, tes swab juga harus ia jalani setiap dua hari. Pemindaian sinar-X dilakukan setiap hari, demikian juga tes darah. "Itu tidak menyenangkan," keluhnya.

Dokter Gunawan juga harus berbagi ruang isolasi dengan pasien lain. Ia ternyata satu kamar dengan seorang dokter yang usianya enam tahun lebih muda, dan kondisinya ternyata jauh lebih parah. "Dia terus berteriak. Dia tidak bisa makan, dia muntah dan gelisah," kenang dr Gunawan.

Singkat cerita, setelah menjalani berbagai pengobatan dan tes, hasil swab dr Gunawan menyatakan negatif COVID-19. Sekali lagi, hasil ini tidak ia terima sekali saja, tapi beberapa kali untuk memastikan bahwa virus corona COVID-19 di tubuhnya benar-benar sudah hilang.

Setelah itu dr Gunawan dipulangkan tetapi dengan syarat. Ya, ia harus mengisolasi diri selama 14 hari di rumah. Ia pulang masih dengan keluhan batuk ringan, karena itu ia harus menjaga jarak aman dari anak-anak dan cucunya.

"Saya tidak bisa memeluk dan mencium anak-anak saya. Saya benar-benar ingin memeluk cucu-cucu saya," katanya.

Setelah masa isolasi berakhir, dokter yang juga menderita diabetes, tidak diizinkan untuk kembali bekerja. Dia mengatakan peraturan baru telah diperkenalkan oleh Asosiasi Medis Indonesia untuk melarang dokter berusia di atas 65 tahun untuk menangani pasien COVID-19.

Karena itu, Dokter Gunawan mengatakan dia akan menghabiskan sisa hidupnya untuk berbagi pengalaman dengan kolega dan teman-temannya. Dia pun mendesak orang untuk tinggal di rumah dan berlatih menjaga jarak sosial.

dr Handoko

"Hati-hati, COVID-19 ada di mana-mana. Anda tidak tahu apakah orang yang Anda temui menderita COVID-19 atau tidak, jadi anggap saja semua orang yang Anda temui memilikinya," kata dr Gunawan. Ia melanjutkan, begitulah cara efektif untuk menghadapi pandemi. "Makanya, di rumah saja," tegasnya.

Ia pun memberi pesan kepada pasien COVID-19 untuk tidak berkecil hati. "Bagi kamu yang terinfeksi COVID-19, saya minta agar jangan sedih, kamu bisa sembuh," ungkapnya penuh semangat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini