Ganjar Imbau Masyarakat Berhenti Semprotkan Desinfektan pada Manusia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 20:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 02 481 2193232 ganjar-imbau-masyarakat-berhenti-semprotkan-desinfektan-pada-manusia-WMm1Nh6bz8.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto : Dok.Okezone)

Kepanikan warga terhadap pandemi virus corona COVID-19 membuat masyarakat beramai-ramai rutin menyemprotkan desinfektan kepada orang asing yang datang. Ternyata kebiasaan ini memiliki sisi negatif yang berbahaya bagi kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melalui akun Instagram pribadinya @ganjar_pranowo. Ia mengimbau masyarakat untuk stop menghentikan penyemprotan desinfektan pada manusia untuk menghindari masalah kesehatan.

“Untuk semua warga Jawa Tengah, semua yang peduli pada COVID-19 dan bagaimana cara menanganinya yuk kita lawan bersama-sama yuk. Untuk yang di desa-desa atau dimana pun, saya melihat banyak sekali penyemprotan. Tolong kalau bisa hindari penyemprotan,” ucap Ganjar.

Ganjar Pranowo

Lebih lanjut, Ganjar mengimbau masyarakat apabila terpaksa harus melakukan penyemprotan, maka semprotlah desinfektan pada benda-benda mati. Khususnya pada benda mati yang sering dipakai untuk nongkrong atau sering dipegang oleh manusia.

Selain itu komposisi desinfektan juga harus dikonsultasikan dengan ahli dan jangan sampai terhirup. Terlebih jika penyemprotan dilakukan pada manusia yang telanjang dan tidak menggunakan pelindung karena akan sangat berbahaya.

“Itu akan masuk dan menempel di paru-paru ini akan membahayakan masa depan. Kalau ruangan yang harus disemprot maka setelah disemprot tunggu sampai empat jam. Empat jam adalah waktu yang kira-kira cukup untuk kita bisa masuk kembali,” lanjutnya.

Sebagai alternatif menghindari COVID-19 selain melakukan penyemprotan, Ganjar menyarankan membersihkan lingkungan rumah dengan cara di pel. Cara ini efektif lebih aman dan sederhana ketimbang harus menyemprotkan desinfektan ke benda maupun manusia.

“Kalau lah kita harus membersihkan itu dipel saja di tempat masing-masing atau di tempat kerumunan atau yang sering digunakan untuk ibadah. Saya kira itu cukup, jaga kesehatan,” tuntasnya.

(hel)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini