nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Karantina Mandiri, Supermodel Naomi Campbell Banyak Refleksi Diri

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 16:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 02 612 2193008 karantina-mandiri-supermodel-naomi-campbell-banyak-refleksi-diri-Kj5lAk717k.jpg Naomi Campbell (Foto : Vogue)

Belum lama ini supermodel legendaris dunia, Naomi Campbell baru saja diwawancara oleh Access Hollywood, membahas tentang pandemi COVID-19 dan karantina mandiri di rumah.

Dalam wawancara tersebut, dibahas pula tentang kebiasaan baru dari kebanyakan orang sekarang yakni mengenakan masker pelindung mulut dan hidung. Soal pakai masker yang merupakan kebiasaan lama sebagian besar masyarakat di benua Asia ini, supermodel berusia 49tahun tersebut mengaku kebiasan tersebut bukan jadi hal baru baginya.

Naomi mengaku sudah terbiasa mengenakan masker sebagai proteksi diri, karena terbiasa bekerja di Jepang saat masih aktif menjadi model.

“Caraku menjalani hidup dan mengenakan masker, melakukan hal yang biasa aku telah lakukan selama 17 tahun. Kebiasaan yang dipengaruhi karena aku banyak bekerja di Jepang. Masker dan soal kebersihan, adalah sesuatu yang aku pelajari saat berada di sana,” aku Naomi, seperti dikutip Foxnews, Kamis (2/4/2020).

Naomi Campbell

Lebih lanjut, mentor catwalk supermodel muda hits Kaia Gerber ini menjelaskan kini di masa karantina, periode harus berada di dalam rumah saja ia mencoba fokus agar dirinya tetap positif menghadapi situasi seperti saat ini.

Selain menikmati waktu bersih-bersih di rumah, Naomi menyebutkan saat karantina di rumah seperti sekarang ia menghabiskan waktu dengan merefleksi diri.

“Sangat penting kita harus belajar dari pengalaman ini, kenapa ini bisa terjadi. Bukan hanya soal kita diisolasi. Kita memang sedang diisolasi tapi pakai waktu ini untuk refleksi diri dan mencari ketenangan jiwa. Kita tidak bisa dan tak boleh lagi keluar dari situasi ini dengan cara yang sama seperti sebelumnya,” pungkas Naomi.

Menutup wawancaranya, dalam situasi pandemi karena corona seperti sekarang ia pribadi tak hanya merasa begitu berterima kasih dan bersyukur kepada para tenaga medis yang jadi garda terdepan penanganan COVID-19, tetapi juga orang-orang yang tetap bekerja agar roda perekonomian roda kehidupan tetap berjalan.

“Kita harus berterima kasih bersyukur pada Tuhan, para doktor, para suster, para pekerja di Unit Gawat Darurat, semua orang yang bekerja di rumah sakit. Bahkan kepada orang-orang yang bekerja di hotel dan para kurir yang tetap melayani layanan pengantaran meskipun sedang sakit karena mereka tahu masyarakat butuh mendapatkan keperluan mereka. Mereka semua adalah pahlawan,” tutup Naomi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini