nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Penyebab Perut Buncit, Salah Satunya karena Badan Bungkuk

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 22:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 02 612 2193245 sederet-penyebab-perut-buncit-salah-satunya-karena-badan-bungkuk-LDoNG6uRmg.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SELAIN merusak penampilan, memiliki perut buncit juga bisa menyimpan penyakit loh. Pasalnya, dalam perut tersebut adalah lemak-lemak jahat yang bisa mengganggu kesehatan tubuh kita.

Melansir Healthline, istilah medis untuk lemak yang tidak sehat di perut adalah "lemak visceral". Lemak ini mengelilingi hati dan organ-organ lain dalam perut.

Jika dibiarkan terus menerus akan menyebabkan berbagai faktor risiko penyakit seperti metabolisme, diabetes tipe 2, penyakit jantung, bahkan kanker. Nah, ada beberapa penyebab perut buncit loh, yuk ketahui apa saja.

Faktor genetik

Genetik memainkan peran utama dalam risiko obesitas. Oleh karena itu, kecenderungan tubuh menyimpan lemak di perut sebagian dipengaruhi oleh faktor genetik. Termasuk gen reseptor yang mengatur kadar hormon kortisol dan gen yang memberikan sinyal reseptor leptin untuk mengatur asupan kalori dan berat badan.

cegah perut buncit

Kurang bergerak

Gaya hidup adalah salah satu faktor risiko terbesar kesehatan yang buruk. Tidak aktif bergerak, kurang olahraga, mengonsumsi makanan tidak sehat bisa berperan dalam peningkatan obesitas termasuk obesitas perut.

Sebuah survei dari 1988-2010 di Amerika Serikat menemukan, ada peningkatan signifikan antara aktivitas, berat badan, dan lingkar perut pada pria dan wanita.

Postur tubuh yang buruk (membungkuk)

Faktor lain penyebab perut buncit adalah memiliki kebiasaan berdiri dan duduk yang buruk. Pasalnya, memiliki postur tubuh buruk akan membuat tubuh menjadi terlihat gemuk dan perut membuncit.

Stres

Kortisol adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan dikenal sebagai hormon stres karena membantu tubuh merespons stres. Faktor stres besar pengaruhnya terhadap kenaikan berat badan sehingga menyebabkan penumpukan lemak di perut.

Kurang tidur

Memiliki waktu tidur cukup adalah salah satu hal penting yang dapat mempengaruhi kesehatan. Banyak penelitian yang menemukan bahwa kurang tidur mampu meningkatkan risiko kenaikan berat badan, yang mana berpengaruh pada lemak perut.

Adanya bakteri di usus

Ratusan jenis bakteri hidup dalam usus Anda, terutama di usus besar. Beberapa bakteri ada yang bermanfaat bagi kesehatan, ada juga yang merugikan. Memelihara kesehatan usus sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat sehingga mampu terhindar dari penyakit.

Para peneliti telah menemukan bahwa orang gemuk cenderung memiliki jumlah bakteri Firmicutes di usus lebih banyak dari pada orang dengan berat badan normal.

Menopause

Penyebab perut buncit juga bisa dari faktor menopause. Pasalnya beberapa wanita mengalami kenaikan lemak perut saat berada pada fase menopause. Menopause biasanya terjadi satu tahun setelah seorang wanita memiliki periode menstruasi terakhirnya. Pada waktu tersebut, kadar estrogen turun drastis, sehingga menyebabkan lemak disimpan di perut, bukan lagi pada pinggul dan paha.

Sering konsumsi makanan dan minuman manis

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia mengonsumsi gula berlebih setiap harinya. Kue dan permen merupakan jenis makanan yang mengandung gula tinggi.

Selain itu, minuman seperti soda, teh manis, kopi, ataupun minuman dengan berbagai macam rasa banyak mengandung gula dan pemanis buatan. Sebuah penelitian menunjukkan pengaruh antara asupan gula tinggi dengan lemak perut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini