nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Remaja Meninggal Usai Ditolak RS, Awalnya Diduga COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 03 April 2020 08:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 03 481 2193378 remaja-meninggal-usai-ditolak-rs-awalnya-diduga-covid-19-v5D1aYoTX7.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Setiap pasien begitu tiba di rumah sakit memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perawatan. Terlebih lagi, secara triase kedokteran pasien yang dalam kondisi darurat sejatinya harus segera ditangani mendapat perawatan dari tenaga medis.

Namun hal ini tidak terjadi pada seorang remaja di California, yang dilaporkan meninggal di rumah sakit karena tak mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Lambatnya penanganan di rumah sakit setempat terhadap remaja yang tak disebutkan identitasnya tersebut, diungkapkan langsung oleh R Rex Parris, walikota Lancaster, California dalam tayangan video yang diunggah di laman linimasa Youtube.

“Hari Jumat sebelum ia meninggal, remaja itu dalam kondisi sehat. Tapi hari Rabu ia sudah meninggal,” ujar Rex.

Dokter

Lebih lanjut Rex mengungkapkan bahwa mirisnya sang remaja ternyata tidak ditangani oleh pihak rumah sakit, karena tidak memiliki asuransi kesehatan.

“Remaja itu tidak punya asuransi, jadi mereka tidak merawatnya,” tambah Rex, seperti dikutip Independent, Jumat (3/4/2020).

Ketika sampai di IGD rumah sakit, staf medis malah memberitahu remaja itu untuk pindah rumah sakit, ia diinstruksikan untuk pergi ke rumah sakit umum setempat.

Tapi sayangnya, setelah mendapatkan penanganan dan mampu bertahan hidup selama kurang lebih enam jam. Remaja ini menghembuskan nafas terakhirnya.

“Dalam perjalanan ke rumah sakit AV, dia terkena serangan jantung. Mereka mampu untuk membuatnya hidup selama sekitar enam jam. Tapi saat sudah sampai di sana, semua sudah terlambat,” terang Rex.

Virus Corona

Awalnya ramai disebutkan kematian sang remaja pria berusia 17 tahun tersebut, terkait dengan COVID-19. Namun kemudian pihak Department Kesehatan Los Angeles kemudian mengatakan bahwa kasus remaja pria ini telah dihapus dari data daftar kematian yang berhubungan terkait dengan COVID-19 di wilayah tersebut.

Departemen Kesehatan Los Angeles mengonfirmasi bahwa selanjutnya CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) akan melakukan proses investigasi lengkap menyeluruh tentang kematian sang remaja. Sejauh ini dikatakan, masih belum jelas gejala apa yang mungkin sang remaja tersebut alami sebelum meninggal.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini