Pandemi Corona COVID-19, Bikin Persediaan Alat Kontrasepsi Kondom Menurun Drastis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 03 April 2020 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 03 485 2193772 pandemi-corona-covid-19-bikin-persediaan-alat-kontrasepsi-kondom-menurun-drastis-bwhfX0Fe5M.jpg Ilustrasi. (Foto: Jstor)

PANDEMI virus corona COVID-19 rupanya tidak hanya berdampak pada ketersediaan masker dan hand sanitizer. Laporan terbaru, persediaan alat kontrasepsi kondom juga ikut terpengaruh selama pandemi COVID-19 di seluruh dunia.

Sebagaimana dilansir Newser, Jumat (3/4/2020), ada jutaan orang yang tinggal di rumah selama pandemi COVID-19, kebutuhan akan kondom meningkat, sementara persediaannya semakin menurun drastis.

kondom

Mengapa bisa terjadi kondisi seperti ini? Faktanya, Karex Bhd merupakan produsen kondom terbesar di dunia yang berbasis di Malaysia terpaksa menutup tiga pabriknya. Penutupan tersebut dilakukan selama seminggu setelah pemerintah melakukan lockdown.

Penutupan pabrik tersebut berimbas pada pasokan kondom di dunia. Diperkirakan telah terjadi defisit sebanyak 100 juta kondom yang terdiri dari beberapa brand ternama.

Padahal perusahaan ini memasok kondom untuk sistem kesehatan pemerintah dan program bantuan. Hal ini diungkapkan langsung oleh CEO Karex, Goh Miah Kiat.

“Kami melihat terjadi kekurangan global pasokan kondom di berbagai negara, yang cukup mengkhawatirkan. Kekhawatiran saya salah satunya adalah di negara Afrika, karena pasokan kondom bisa jadi kosong selama berbulan-bulan,” terangnya.

Hal ini mengkhawatirkan karena sebagaimana kita tahu kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang digunakan selain untuk mencegah kehamilan juga untuk menghindari penyakit menular seksual.

Dengan ditutupnya beberapa pabrik kondom, maka persediaan alat kontrasepsi ini di seluruh dunia pun menipis jumlahnya. Hal ini bisa memicu munculnya masalah baru yaitu ledakan jumlah penduduk maupun peningkatan jumlah penderita penyakit menular seksual, antara lain AIDS, Gonorrhea, Sifilis.

Goh mengatakan kepada Bloomberg bahwa permintaan akan alat kontrasepsi kondom meningkat sebanyak dua digit di tengah pesanan pemerintah. Selain itu permintaan masyarakat juga meningkat.

Banyak pasangan berusaha menahan diri untuk menunda memiliki anak dalam masa pandemi COVID-19 ini. Untungnya, beberapa pabrik kondom kembali beroperasi pada Jumat minggu lalu.

kondom

Meski demikian, pabrik-pabrik itu hanya bisa menghasilkan kondom dengan setengah produksi. Ini artinya beberapa harga produk kondom mengalami kenaikan karena tidak lancarnya proses produksi.

"Kami masih membayar semua pekerja kami dengan gaji penuh tetapi pekerja hanya datang separuh waktu sehingga umumnya akan ada kenaikan biaya," lanjutnya.

Saat ini Karex membuat sekira 20% kondom untuk seluruh dunia. Sementara sisanya berasal dari India dan China dan kedua negara tersebut juga sedang dilanda pandemi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini