nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jasad Pasien Corona Aman, Warga Dilarang Menolak!

Sabtu 04 April 2020 14:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 04 481 2194124 jasad-pasien-corona-aman-warga-dilarang-menolak-PULDGr2Ufm.jpeg Foto: Okezone

SEJUMLAH penderita virus corona (COVID-19) saat ini masih mengalami stigmatisasi di masyarakat, bahkan ketika ada pasien corona yang meninggal. Salah satunya, seperti yang terjadi saat pemakaman korban virus corona di Banyumas, Jawa Tengah.

Dalam kasus di Banyumas akhirnya pemakaman bisa dilaksanakan di tanah milik pemerintah, yang jauh dari perkampungan. Selain di Banyumas, penolakan pemakaman pasien corona juga terjadi di Makassar dan Gowa, Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum PP Muhamadiyah Haedar Nashir meminta masyarakat untuk tidak menolak pemakaman jenazah korban virus corona.

"Jika pemerintah dan para pihak telah menetapkan kuburan bagi jenazah COVID-19 sesuai protokol, tidak sebaiknya warga masyarakat menolak penguburan. Apalagi sampai meminta jenazah yang sudah dimakamkan dibongkar kembali dan dipindahkan,” kata Haedar seperti dilansir VOA Indonesia, Sabtu (4/4/2020).

Dia menilai penolakan warga mungkin karena kepanikan berlebihan dan belum mengerti. Oleh karena itu, dia meminta aparat dan pemuka agama untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Meski demikian, belum ada kasus penolakan warga di Yogyakarta, pemakaman korban bukan proses yang mudah. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY diberi tugas tambahan untuk membantu rumah sakit dalam proses pemakaman jenazah korban virus corona.

Apalagi proses pemakaman jenazah korban virus corona butuh persiapan khusus. Dengan personel terlatih, TRC BPBD dapat meyakinkan masyarakat bahwa jenazah tidak berbahaya dan proses pemakaman dilakukan dengan prosedur keamanan maksimal.

Sementara itu, Sekretariat Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 DIY, Danang Syamsurizal meminta masyarakat untuk tidak khawatir terkait pemakaman pasien virus corona karena akan ditangani sesuai standar keamanan.

“Dilakukan dekontaminasi, dimandikan, dibungkus, dan dipeti kemudian dimakamkan. Sehingga masyarakat jangan terlalu was-was berlebihan karena kita sudah melakukan prosedurnya. Mohon kami dibantu untuk itu,” kata Danang dalam pernyataan resminya.

Danang memastikan, karena para petugas pemakaman juga mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Setiap jenazah korban virus corona yang sudah dimasukkan ke peti dan dimakamkan, Danang menegaskan, sudah tidak menjadi ancaman.

Hal senada juga diutarakan dr. Lipur Riyantiningtyas dari Instalasi Kedokteran Forensik di RSUP dr.Sardjito Yogyakarta. Menurutnya, mengatakan setiap jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) atau yang sudah dinyatakan positif virus corona, yang akan dimakamkan sudah aman.

Prosedur keamanan sudah dimulai sejak korban dinyatakan meninggal di bangsal hingga dibawa ke kamar jenazah.

“Jadi pada saat di bangsal, petugas kita dari kamar jenazah datang, itu sudah membawa peralatan untuk melakukan disinfektan terhadap jenazah tersebut,” kata Lipur.

Semua jenazah korban akan didisinfektan berkali-kali. Semua lubang dan setiap luka pada tubuh korban akan ditutup dengan kapas yang sudah direndam dalam disinfektan. Setelah itu, jenazah kembali didisinfektan dan dibungkus plastik. Setelah dibungkus plastik, jenazah akan kembali disemprotkan cairan disinfektan.

“Baru kemudian jenazah akan dimasukkan di dalam kantong jenazah, kemudian kantong jenazah itupun akan didisinfektan. Baru setelah itu akan dimasukkan dalam brankar dan dibawa ke kamar jenazah,” lanjut Lipur.

Sesampai di kamar jenazah, jenazah biasanya dikeluarkan dari brankas. Keluarga bisa meminta jenazah dibungkus sesuai agama masing-masing. Misalnya, dengan kain kafan apabila jenazah beragama Islam atau mengenakan pakaian lengkap seperti jas untuk penganut Kristen dan Katolik.

Setelah selesai, jenazah akan kembali dibungkus dengan plastik dan dimasukkan ke kantong jenazah. Kemudian dilakukan proses pembungkusan secara teliti dengan menggunakan alat. Tujuannya agar tidak ada sama sekali cairan yang bisa keluar.

Disinfektan disemprotkan lagi sebelum dan sesudah dimasukkan ke dalam peti jenazah. Celah tutup peti diberi silikon, ditutup dan dipaku, disemprot lagi sebelum masuk ambulans atau mobil jenazah. Jenazah yang keluar dari rumah sakit, kata Lipur, sudah dipastikan telah menjalani prosedur sesuai standar Kementerian Kesehatan dan Orgaizasi Kesehatan Dunia (WHO).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini