nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 : Disinfektan Bukan untuk Disemprotkan ke Tubuh

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 05 April 2020 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 05 481 2194452 ketua-gugus-tugas-penanganan-covid-19-disinfektan-bukan-untuk-disemprotkan-ke-tubuh-cpTgPV0pdY.jpg Penyemprotan disinfektan langsung ke tubuh manusia tidak disarankan

Penggunaan bilik disinfektan belakangan mulai ramai diperbincangkan khalayak publik. Terlebih setelah viralnya video milik Anggota Komisi VI Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Dalam video tersebut, dia begitu bersemangat mempraktekan tata cara menggunakan bilik disinfektan. Sebelum masuk ke alat tersebut, Ibas Yudhoyono terlihat bertingkah seperti anak kecil dengan suara yang menggemaskan.

Lalu, dia pun masuk ke dalam bilok dan memperlihatkan bagaimana tubuhnya disemprot disinfektan yang diklaim bisa mencegah virus corona atau COVID-19.

Sayangnya, belum lama ini Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran yang menyebutkan bahwa penggunaan bilik disinfektan justru bisa membahayakan kesehatan manusia.

Imbauan tersebut disampaikan Kemenkes melalui surat edaran HK.02.02/111/375/2020 tentang Penggunaan Bilik Disinfeksi dalam Rangka Pencegahan Penularan COVID-19.

Dalam surat edaran itu, Kemenkes mengatakan disinfekstan adalah proses menghilangkan sebagian besar atau semua mikroorganisme patogen kecuali spora bakteri yang terdapat pada permukaan benda mati.

Disinfektan

Bahan yang digunakan sebagai disinfektan adalah diluted bleach atau pemutih, klorin, etanol 70 persen dan amonium kuartener dan hidrogen peroksida. Menurut World Health Orgnization (WHO) penyemprotan disinfektan kepada tubuh sangat berbahaya.

Tindakan ini berdampak pada membran mukosa misalnya mata dan mulut sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan merusak pakaian. Pemakaian berulang kali pada tubuh juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan saluran pernapasan.

Hal tersebut kembali ditegaskan oleh, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito. Menurut penjelasannya, tata cara melindungi tubuh dari wabah virus corona terbagi menjadi dua kategori.

Pertama adalah first line defense, atau menggunakan masker dan rutin mencuci tangan. Kedua, atau second line defense yaitu, dengan menerapkan perilaku menjaga kebersihan seperti mandi setelah bepergian, mencuci baju, serta membersihkan permukaan barang dengan disinfektan.

"Namun perlu digarisbawahi, disinfektan ini hanya boleh digunakan untuk benda atau barang, dan tidak disarankan disemprot ke tubuh manusia," tegas Wiku.

Wiku menambahkan, bila masyarakat menerapkan perilaku ini secara disiplin, baik di tingkat nasional hingga tingkat keluarga, dia percaya Indonesia bisa menekan kumlah kasus penularan virus corona.

"Dengan kepedulian ini, masyarakat juga harus memiliki solidaritas untuk saling mengingatkan untuk memakai masker dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Ada satu istilah, kenali musuhmu, kenali dirimu, seribu kali kau perang seribu kali kau menang," tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini