nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seberapa Efektif Masker Kain dalam Mencegah Penularan COVID-19?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 05 April 2020 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 05 481 2194454 seberapa-efektif-masker-kain-dalam-mencegah-penularan-covid-19-vEdud5A5ZF.jpg Ilustrasi (Foto : Momjunction)

Pandemi virus corona atau COVID-19 masih menghantui masyarakat dunia. Di Indonesia sendiri jumlah kasus positif corona terus meningkat.

Sayangnya, stop Alat Pelindung Diri (APD) dan masker di Tanah Air dilaporkan mulai mengalami kelangkaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penangangan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menganjurkan masyarakat untuk mulai berinovasi membuat masker kain di rumah.

Pasalnya, belakangan ini penularan virus corona diklaim tidak menunjukan gejala sama sekali (asymptomatic). Oleh karenanya, sangat penting bagi masyarakat untuk membentengi tubuh dengan alat pelindung diri.

"Kita perlu tahu siapa musuh kita untuk melindungi diri kita. Nah, cara penularan virus corona melalui droplet yang masuk ke dalam 3 pintu utama yakni, mata hidung dan mulut," tegasnya dalam konferensi pers di BNPB, Minggu (5/4/2020).

Masker Kain

Prof Wiku menambahkan, kurang lebih lebih 90% penularan kasus corona yang ada itu memang melalui cara ini. Maka dari itu penggunaan masker kain tiga lapis dan rutin mencuci tangan sangat penting untuk dilakukan.

Lalu, seperti apa efektivitas masker kain dibandingkan masker lainnya?

Perlu diketahui bahwa saat ini ada beberapa jenis masker yang beredar di pasaran yakni, masker bedah, masker N96, dan terakhir yang ramai diperbincangkan adalah masker kain.

Meski tidak setenar masker bedah dan N95, Wiku menjelaskan masker kain sebetulnya memiliki tiga lapisan untuk menangkal virus.

Cara pembuatannya pun terbilang mudah dan bisa dilakukan di rumah. Pertama, siapkan kain bersih, dan pastikan tangan telah dicuci sebelum memegangnya. Kemudian ukur kain tersebut hingga menutupi area hidung dan dagu.

Setelah itu, kain bisa langsung dijahit secara manual dengan menambahkan tali khusus untuk merekatkannya di telinga. Usahakan masker kain tidak longgar saat dikenakan.

Perlu diingat pula, masker kain memang dapat digunakan kembali setelah dipakai. Namun, Anda harus rutin mencucinya dengan sabun, dan diganti apabila sudah basah.

"Sesuai hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus 70%. Tetapi, masyarakat tetap diimbau untuk tetap menjaga jarak minimal 1,5-2 meter. Bila tidak memiliki kegiatan penting sebaiknya tinggal di rumah," tandas Wiku.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini