Amankah Mencuci Buah dan Sayuran Pakai Sabun Cuci Piring?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 06 April 2020 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 05 481 2194496 amankah-mencuci-buah-dan-sayuran-pakai-sabun-cuci-piring-T8wMndn4qQ.jpeg Ilustrasi (Foto : Foodnetwork)

Pandemi virus corona (COVID-19) membuat masyarakat melakukan pencegahan dengan mencuci bahan makanan seperti buah dan sayur. Tindakan ini diambil dalam upaya memutus mata rantai penularan penyakit.

Meski demikian, apakah tindakan ini aman untuk dilakukan? Baru-baru ini para ilmuwan makanan mengungkapkan bahwa terdapat masalah toksisitas tentang sabun cuci piring dalam rumah tangga.

Hal ini diungkapkan oleh seorang Profesor dan Spesialis Keamanan Makanan di North Carolina State University, Benjamin Chapman. Ternyata kasus ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat mencuci bahan makanan menggunakan sabun.

“Meminum sabun cuci piring atau memakannya dapat menyebabkan mual, dapat menyebabkan sakit perut. Ini bukan senyawa yang benar-benar dibuat oleh perut manusia. Sebagai gantinya, masyarakat harus mencucinya dengan air dingin,” ucap Chapman seperti dilansir Foxnews.

Cuci Buah

Lebih lanjut, Chapman mengatakan, cara yang lebih baik untuk mengolah bahan makanan baru adalah dengan menyimpannya. Setelah semuanya tersimpan dengan baik, kemudian Anda mencuci tangan dengan sabun dan air, atau hand sanitizer.

Kebiasaan mencuci sayuran dan buah-buahan menggunakan sabun dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Beberapa diantaranya seperti iritasi gastrointestinal ringan dengan mual, muntah, diare dan sakit perut.

Hal bisa terjadi disebabkan karena produk makanan seperti sayuran dan buah-buahan memiliki pori sehingga dapat menyerap sabun yang diberikan saat pembilasan.

"Konsumen tidak boleh mencuci buah dan sayuran dengan deterjen atau sabun menurut Departemen Pertanian AS (USDA). Produk-produk ini tidak disetujui atau dilabeli oleh Food and Drug Administration (FDA) A.S. untuk digunakan pada makanan. Anda dapat menelan residu dari sabun atau deterjen yang diserap pada produk,” tuntas Chapman.

Selain itu banyak pernyataan tidak ilmiah yang beredar di masyarakat dengan kebiasaan mencuci buah dan sayur. Beberapa diantaranya adalah menggunakan larutan pemutih encer, jus lemon atau cuka untuk mencuci seluruh bahan makanan selama pandemi COVID-19.

“Sekali lagi, tidak ada bukti ilmiah bahwa semua cara ini bisa berhasil. Selain itu, menelan pemutih berbahaya. Tidak ada bukti bahwa sabun nabati dapat menghancurkan SARS-CoV-2, atau virus lain dalam hal ini. Karena tidak ada penelitian ilmiah yang mengatakan itu,” tambah Chapman.

Ada baiknya masyarakat untuk membilas buah-buahan dan sayuran segar dengan air dingin. Cara ini mungkin dapat menghapus 90 hingga 99% dari bakteri atau kuman yang ada pada bahan makanan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini