nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Adinda yang Tertipu saat Beli Antiseptik, Jangan Asal Percaya!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 06 April 2020 00:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 05 612 2194494 kisah-adinda-yang-tertipu-saat-beli-antiseptik-jangan-asal-percaya-PGgwrPMiZr.jpg Kisah Dinda tertipu beli antiseptik (Foto : @Dindaaay/Twitter)

Pandemi COVID-19 jadi ujian berat bagi semua elemen masyarakat. Namun sayangnya, masa-masa sulit seperti saat ini masih saja dimanfaatkan segelintir orang untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan cara yang merugikan orang lain.

Contohnya pengalaman Adinda, melalui utasan cuitan di linimasa akun lama Twitter pribadinya,"@dindaaay", baru-baru ia mengisahkan pengalaman kurang menyenangkan tentang pembelian antiseptik. Ya, memang di tengah pandemi COVID-19 sekarang, segala sesuatu hal yang berbau antiseptik memang diburu banyak orang.

Dalam utasan cuitannya tersebut, Adinda menuturkan pengalaman tertipu membeli antiseptik palsu ini dialami oleh sang Ayah. Ayahnya kala itu membeli cairan antiseptik dalam ukuran jerry can kecil, yang dijual di sekitar masjid baru-baru ini.

"Bokap dapet ini dari orang jualan di mesjid, jualan pake jerry can gede gede tapi dia nyediain yg kecil kayak diatas, karena bokap mikir buat apa banyak banyak jadi dia beli dua jerry can kecil," tulisnya membuka utasan.

Namun begitu melihat jerry can antiseptik tersebut, Adinda mengaku ia langsung mulai curiga, sebab melihat ada label keterangan bertuliskan anti corona pada label produk. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki, dalam cuitan selanjutnya ia menuliskan sejauh ini pada produk tidak boleh menyertakan klaim yang tidak bisa dibuktikan.

"Kecurigaan gue muncul gara gara dia claim "ANTI CORONA" di pack. Gue punya brief experience sama regulasi Indonesia (BPOM) dan sampai saat ini lo enggak boleh nyantumin claim yang enggak bisa lo buktiin," tambahnya.

Kecurigaannya semakin kuat, mengingat virus corona sendiri baru booming dalam kurun waktu kurang lebih selama dua bulan. Secara hitung-hitungan suatu produk antiseptik harus melalui proses pendaftaran resmi di BPOM memakan waktu hingga empat pekan atau satu bulan.

"ANTI CORONA itu darimana? Virus baru tren dua bulan terakhir ini apa benar udah dites lab? Apalagi produk antiseptik gini daftar BPOM itu bisa sampai 4 minggu. Dia tes corona ini cuma sebulan? Secara logika, mungkin enggak ngeclaim anti sesuatu itu tesnya cuma sebulan?," imbuh Adinda.

Untuk membuktikan kecurigaannya, kemudian Adinda mencoba mengecek nomor BPOM yang tertera di kemasan antiseptik tersebut. Ternyata benar saja, kecurigaannya pun terbukti, sebab hasil pengecekan nomor BPOM melalui situs resmi BPOM menunjukkan nomor yang tertera di kemasan jerry can antiseptik tersebut adalah nomor BPOM dari produk lain.

"Akhirnya gue cek lah di web BPOM pake nomor BPOM yg tertera di pack. What, nomornya itu produk lain ternyata. Ada alasannya kenapa penjualan alkohol antiseptik itu sangat ketat regulasi. Hand sanitizer itu pakai alcohol food grade. Kalau udah bohong nomor BPOM gini, how do we know if anything on pack is true?," sambungnya lagi.

Supaya tak digunakan oleh sang ayah, antiseptik palsu tersebut pun harus ia sembunyikan di tempat tertentu yang jarang terlihat oleh pandangan mata. Berkaca dari pengalamannya ini, Adinda pun berpesan bahwa di saat-saat darurat seperti ini kita memang wajib meningkatkan kewaspadaan. Jangan hanya karena merasa panik dan ketakutan, lalu kita menjadi ceroboh dalam membeli produk apapun.

"Guys, kalau dapat antiseptik please be aware yang diterima itu apa ya. Jangan karena panik apapun jadi dibeli. gain, hati hati guys! Jangan impulsif beli apapun dengan label antiseptik tanpa tahu keamanan produknya sendiri. Antiseptik ini akhirnya gue umpetin di rak sepatu paling dalam biar enggak dipake bokap," pungkas Adinda.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini