nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Pasien COVID-19 yang Meninggal Harus Diberi Motivasi Bukan Stigma

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 06 April 2020 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 06 481 2194872 keluarga-pasien-covid-19-yang-meninggal-harus-diberi-motivasi-bukan-stigma-fm5dWKRNvf.JPG Pemakaman jenazah pasien COVID-19 (Foto: Arif Julianto/Okezone)

Sebagian masyarakat menolak jenazah pasien COVID-19. Alhasil, jasad mendapat kesulitan saat dikuburkan. Video yang memperlihatkan situasi ini pun viral di media sosial.

Alasannya selalu karena ketakutan akan virus bisa menyebar sekalipun jenazah sudah dikuburkan di dalam tanah. Padahal, menurut Dirut RSI Jakarta Sukapura dr Umi Sjarqiah, Sp.KFR, MKM, virus tak akan bertahan hidup di sel mati.

"Virus bertahan di dalam sel yang hidup dan tak akan bisa menular ketika jenazah sudah dikuburkan," terangnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jakarta, belum lama ini.

Ia pun menerangkan, sebelum akhirnya jenazah dikebumikan, banyak tahapan yang harus dilakukan petugas pengurus jenazah. Mulai dari memandikan, memasukan jenazah ke dalam peti, sampai akhirnya menguburkannya.

"Semua tahapan tersebut sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan kalau dilakukan dengan benar, insyaallah aman," tambah dia.

Pemakaman Jenazah Pasien COVID-19

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satuan Tugas NU Peduli COVID-19 dr. Muhammad Makky Zamzami, MARS, menjelaskan, masyarakat diminta untuk tidak memberikan stigma negatif pada keluarga pasien COVID-19 yang meninggal dunia.

"Jangan beri stigma, tapi berilah motiviasi. Ingat, jenazah tergolong mati sahid, sehingga keluarga merasa tenang dan tentram, jangan dijauhi juga," tegasnya.

Dokter Makky menambahkan, ketika masyarakat memberikan motivasi positif kepada keluarga yang ditinggalkan, imunitas mereka pun akan kuat dan mereka tidak akan lemah melawan virus.

"Tapi, kalau stigma yang diberikan, ini bisa memengaruhi kestabilan imunitas tubuh keluarga pasien COVID-19 yang sudah meninggal dan kalau sudah begitu, mereka akan mudah sakit," tambah dr Makky.

Ia menegaskan, stigma boleh diberikan pada masyarakat yang malah membawa pulang peti mati berisi jenazah pasien COVID-19. "Dengan melakukan tindakan tersebut, mereka malah mempermudah penularan virus," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini