nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Isolasi Diri Bukan Berarti Diasingkan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 15:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 07 196 2195519 isolasi-diri-bukan-berarti-diasingkan-ttfDKLAvmI.jpg Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

Untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah. Masyarakat diimbau untuk melakukan isolasi diri di rumah, terutama orang yang sakit guna mengurangi kontak dengan masyarakat lain.

Isolasi diri ini diharapkan tidak dimaknai yang negatif, misalnya diasingkan. Karena itu, Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menegaskan bahwa isolasi diri bukan berarti diasingkan.

Achmad Yurianto yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, isolasi diri ini dalam konteks menjaga jarak fisik, bukan sosialnya.

Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

""Bukan berarti isolasi sosial atau diasingkan. Isolasi diri dalam konteks menjaga kontak fisik. Penyait COVID-19 ini menular melalui percikan ludah atau droplet yang keluar dari yang sakit saat dia berbicara, batuk atau bersin. Itu menjangkau jarak sekitar satu hingga 1,5 meter. Lebih gampangnya minimal harus berjarak dua meter. Nah dua meter ini yang harus dijaga," ujar Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 6 April 2020.

Karena itu, Yuri menambahkan seseorang yang melakukan isolasi diri, dia masih boleh berada di tengah keluarga. Namun harus menjaga kontak fisik dan tidak boleh berjarak kurang dari dua meter dari anggota keluarga yang lain.

"Kontak sosial tetap boleh dilakukan, namun jarak sosial harus tetap dijaga. Masker yang digunakan pun masker apa saja. Harus pakai masker terus, supaya percikan ludahnya tertahan di masker," jelas nya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini