nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Ganjar Pranowo Cek Kesiapan Desa di Kendal Hadapi Kedatangan Pemudik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 21:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 07 612 2195707 aksi-ganjar-pranowo-cek-kesiapan-desa-di-kendal-hadapi-kedatangan-pemudik-KGDGqLPz22.jpg Ganjar Pranowo (Foto : @ganjar_pranowo/Instagram)

Banyak masyarakat yang tetap nekat melakukan mudik di tengah status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan oleh pemerintah. Hal ini tentu berbahaya karena berpotensi menyebarkan virus ke wilayah baru.

Baru-baru ini Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan kunjungan ke salah satu desa di Kendal untuk melihat persiapan dalam menerima kedatangan pemudik. Aksi Ganjar tersebut terlihat jelas dalam unggahan videonya di akun Instagram @ganjar_pranowo.

Dalam video singkat itu Ganjar terlihat menaiki motor sport dengan atribut lengkap dan masker. Ia mengimbau para petugas yang menerima para pemudik, untuk berhati-hati dalam melakukan penyemprotan desinfektan.

“Bentar jangan di semprot dulu. Ini cairanya apa? Kalau cairannya berbahaya, semua orang yang lewat tanpa pakai masker jangan disemprot. Kalau tidak orangnya diturunkan dulu kemudian silahkan disemprot barangnya,” terang Ganjar.

Selain memantau persiapan para petugas yang akan menerima pemudik, Ganjar juga mengunjungi Poliklinik Kesehatan Desa. Ia bertemu dengan kepala desa yang ternyata memiliki cara unik dalam mendata warganya yang akan mudik ke kampung halaman.

“Ini ada yang unik di sini, karena pak lurah ini bisa mendeteksi berapa jumlah warganya yang ada di perantauan. Maka caranya bagus, keluarganya yang ada di desa suruh menghubungi keluarganya yang ada di perantauan. Dengan cara telepon, whatsapp, sms tidak usah pulang,” ucap Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar pun menitip pesan kepada kepala desa untuk menyarankan semua warga yang memiliki keluarga di perantauan kalau nekat mudik, maka akan diisolasi selama 14 hari. Oleh sebab itu lebih baik para pemudik diimbau untuk tidak pulang kampung saja.

Ganjar pun melanjutkan perjalanan menuju Posko Relawan Pencegahan COVID-19 Desa Ngadirejo, Kecamatan Reban. Gubenur yang hobi bersepeda ini berbicara dengan salah satu relawan yang bertugas di tempat tersebut.

“Kalau di sini yang pulang perantauan itu ada sembilan orang pak,” ujar seorang relawan.

“Sembilan orang sudah berapa hari?” tanya Ganjar.

“Sudah ada yang 14 hari sudah ada, ada yanh satu minggu, tadi malam juga ada. Kami stand by 24 jam,” jawab relawan itu.

“Siapkan tempat alternatif untuk membuat tempat isolasi ya. Balai desa boleh, sekolah boleh, pinjam rumah kosomg boleh,” tutup Ganjar.

Terakhir Ganjar mengunjungi UPTD Puskesmas Kangkung untuk memantau persiapan yang dilakukan puskemas dalam menghadapi pandemi virus corona COVID-19. Ganjar pun memberikan beberapa nasihat tentang apa yang bisa dilakukan oleh puskesmas tersebut.

“Jaraknya ke sini. Jadi agak teriak tidak apa-apa, tapi pakai masker. Jangan sampai gini. Kalau bisa ini jangan disentuh kecuali oleh petugas,” ucap Ganjar.

“Sekarang ngontrolnya gimana? Dari pemudik atau masyarakat yang terindikasi?” lanjutnya.

“Kalau ada laporan dari RT, kan sudah ada satgas di desa, kecamatan dan juga puskesmas sudah membuat satgas. Kami kalau ada laporan dari kepala desa atau warga, kami akan mendatangi pemudik tersebut,” terang seorang petugas puskesmas.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini