nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Emak-Emak Terpaksa Belanja Sayur Online Akibat Corona COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 10:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 08 298 2195889 curhat-emak-emak-terpaksa-belanja-sayur-online-akibat-corona-covid-19-A6ipqQ0hT7.jpg Ilustrasi. (Foto: Jaiviksetu)

BANYAK hal yang berubah setelah pandemi corona COVID-19 terjadi. Salah satunya belanja online yang menjadi aktivitas baru para emak-emak, termasuk belanja sayuran.

Terasa aneh memang, ketika biasanya beli sayuran langsung ke pasar, kini dilakukan hanya lewat sentuhan ponsel. Hal ini pun dikeluhkan Lisa, emak-emak di Jakarta, yang merasa kehilangan momen belanja sayur langsung di pasar.

sayuran

Bercerita pada Okezone, Lisa menjelaskan, dirinya biasa beli sayuran di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun, karena kasus corona COVID-19 terus meluas, dirinya akhirnya enggan pergi ke pasar. Lalu memilih melakukan seluruh aktivitas di dalam rumah, sesuai arahan pemerintah juga.

"Terakhir aku ke pasar, para pedagang di sana masih banyak yang belum begitu tinggi kesadarannya untuk physical distancing. Beberapa juga masih ada yang nggak pakai masker," keluh Lisa melalui pesan singkat, Rabu (8/4/2020).

Situasi ini yang akhirnya membuat dia terpaksa belanja sayur online. "Tahu situasi pasar kayak gitu, aku sedikit takut dan ya sudah, terpaksa belanja sayur online," sambungnya.

Meski dipermudah teknologi, bagi Lisa, belanja sayur online itu kurang menyenangkan. Banyak hal yang akhirnya tak dapat dirasakan seperti ia belanja sayur langsung di pasar.

sayuran online

Misalnya saja tawar-menawar harga, ngobrol dengan pedagang sayur atau pembeli lainnya, pun kehilangan sensasi memilih langsung sayur segar. "Aku sangat senang ketika melihat sayur segar, itu sesuatu sekali buatku," terang Lisa.

Selain itu, belanja sayur di pasar juga ada keseruannya sendiri. Satu contoh yang tak akan pernah bisa ditepis emak-emak di manapun mereka berada, mendapatkan bonus karena belanja banyak.

Ya, ada semacam budaya di pasar ketika pembeli mengeluarkan uang banyak untuk belanja, biasanya pedagang akan memberikan bonus. Sebut saja membulatkan harga ke bawah atau memberi bonus satu buah tomat, jeruk nipis, atau cabai. "Walau bonusnya sedikit, buat emak-emak ini tuh bikin hati senang banget," katanya sedikit bergurau.

Namun ia sadar kalau situasi seperti sekarang, saat pandemi corona COVID-19 berlangsung, ada baiknya masyarakat mengurangi aktivitas keluar rumah. Kebiasaan belanja sayur langsung ke pasar pun harus ditahan dulu sampai akhirnya semua aman.

"Sekali lagi, apa boleh buat, ini dilakukan untuk menghindari terpapar virus corona COVID-19 dan juga memutus rantai penularan COVID-19 di tengah masyarakat," tambah Lisa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini