RS Diminta Lakukan Triase Sebelum Merujuk Pasien COVID-19

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 08 481 2196169 rs-diminta-lakukan-triase-sebelum-merujuk-pasien-covid-19-dQJi8nbllJ.jpg Dirut RS Persahabatan saat konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta (Foto : Youtube)

Tidak semua pasien positif COVID-19 perlu dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Rujukan. Pasien positif COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala serius, bisa melakukan isolasi mandiri di rumah guna menghindari lonjakan pasien dari terbatasnya kapasitas RS dan tenaga medis.

Karena itu, Direktur Rumah Sakit (RS) Persahabatan Dr. Rita Rogayah,Sp.P(K), MARS meminta agar pihak-pihak RS atau pelayanan kesehatan lainnya dapat memilah atau melakukan seleksi pasien melalui triase menjadi tiga klasifikasi sebelum merujuk ke RS Rujukan COVID-19.

"Untuk semua Rumah Sakit agar merujuk kasus-kasus kepada RS Rujukan sebaiknya dipilah adalah kasus yang sedang dan berat," ujarnya dalam konferensi pers daring di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Dokter Rita

Sementara itu, saat ini RS Persahabatan telah mengelompokkan pasien COVID-19 menjadi tiga klasifikasi, yakni Kasus Ringan, Kasus Sedang dan Kasus Berat.

Selama menangani pasien COVID-19, rata-rata RS Persahabatan dapat menangani Kasus Ringan sebanyak 30-40 persen. Sedangkan kasus sedang 30-60 persen dan kasus berat sebesar 12-15 persen.

Lebih lanjut, Dr. Rita menjelaskan, pasien positif COVID-19 dengan kasus ringan atau tanpa gejala dianjurkan melakukan isolasi mandiri di rumah dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Untuk kasus positif yang sudah kita nyatakan sebagai COVID-19 bila tidak ada gejala atau kasusnya ringan itu sebetulnya bisa kita lakukan karantina rumah," terangnya.

Dalam hal ini masyarakat juga diharapkan dapat memahami bahwa kasus COVID-19 dengan kasus sedang dan berat harus ditangani oleh tim medis dan ruangan khusus. RS akan menyeleksi pasien dari klasifikasi indikasi rawat dari kasusnya tersebut.

Apabila kasusnya ringan, maka pasien dapat dirujuk ke RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet atau RS Darurat COVID-19 lainnya di daerah, sedangkan bagi pasien dengan kasus sedang dan berat maka dapat dirawat di RS Rujukan.

"RS Rujukan siap menangani untuk kasus-kasus sedang atau berat," tutup Dr. Rita.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini