nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik Taksi dan Transportasi Online Efektif Cegah Penularan COVID-19?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 22:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 08 481 2196346 naik-taksi-dan-transportasi-online-efektif-cegah-penularan-covid-19-bBcpziKG04.jpg Ilustrasi (Foto : Industry.co.id)

Pandemi virus corona COVID-19 membuat sebagian masyarakat berpikir dua kali untuk menggunakan transportasi umum saat pergi ke luar rumah. Alhasil masyarakat lebih memilih menggunakan taksi atau transportasi online.

Meski demikian, apakah cara tersebut lebih efektif dalam mencegah penularan virus corona COVID-19? Melansir dari Telegraph, Rabu (8/4/2020) taksi dan kendaraan online harusnya relatif lebih aman saat pandemi COVID-19.

Sayangnya virus bisa semakin berbahaya apabila menyebar pada ruang tertutup. Saat ini belum ada studi ilmiah mengenai hal tersebut. Para ahli keamanan merekomendasikan tempat paling aman untuk duduk adalah tepat di belakang pengemudi.

Semua pengemudi cenderung akan berbelok untuk melindungi diri sendiri saat terjadi kecelakaan. Selain itu para pengemudi dengan niat jahat juga melakukan aksinya saat penumpang berada di sampingnya.

Taksi Online

Oleh sebab itu tempat yang paling baik adalah duduk di belakang pengemudi. Anda juga cenderung tidak akan terkena tetesan air (droplet) saat pengemudi batuk atau bersin.

Sebagaimana diketahui, virus corona COVID-19, menyebar melalui droplet. Virus ini menyerang sistem saluran pernapasan manusia yang menyebabkan seseorang mengalami gejala medis seperti demam, batuk dan sesak napas.

Oleh sebab itu, cara yang paling direkomendasikan untuk masyarakat yang hendak keluar rumah adalah berjalan kaki. Memang ini bukanlah jaminan Anda bisa terbebas dari COVID-19, namun berjalan kaki atau bersepeda adalah cara terbaik untuk bepergian tapi terbebas dari virus.

Di sisi lain, olahraga teratur setidaknya 150 menit selama seminggu juga dapat melindungi masyarakat dari penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya. Penyakit ini juga memiliki risiko yang jauh lebih besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini