Tak Cukup dengan Antibiotik, Meningitis Harus Diatasi dengan Vaksin

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 481 2196735 tak-cukup-dengan-antibiotik-meningitis-harus-diatasi-dengan-vaksin-MzaEPfS2Bg.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASYARAKAT Indonesia dikejutkan dengan kabar duka meninggalnya penyanyi senior Glenn Fredly, pada Rabu 8 April 2020. Penyanyi bersuara khas tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Setia Mitra akibat penyakit meningitis atau meningokokus.

vaksin

Sebagaimana diketahui, penyakit meningitis dapat menjadi ancaman hidup yang bisa mengambil nyawa dengan cepat. Remaja berisiko lebih tinggi untuk mengalami meningitis yang disebabkan oleh bakteri.

Dilansir Okezone dari WebMD, Kamis (9/4/2020), meningitis adalah peradangan yang berbahaya pada lapisan otak dan sumsum tulang belakang. Dua vaksin meningitis dapat melindungi terhadap empat jenis penyakit meningitis.

Jenis vaksin tambahan dapat melindungi terhadap serotipe B, yang juga berpotensi menyebabkan meningitis. Dalam kasus ini golongan remaja membutuhkan vaksin meningitis. Dari 1.000-2.600 orang yang menderita penyakit meningitis setiap tahun, sepertiga adalah remaja dan golongan dewasa muda.

Sekira 10% hingga 15% dari mereka yang menderita meningitis akan meninggal meskipun telah diobati dengan perawatan antibiotik. Sebanyak 20% dari mereka akan memiliki efek samping permanen, seperti gangguan pendengaran atau kerusakan otak.

Imunisasi meningitis dapat membantu para remaja untuk mencegah penyakit serius ini. Di Amerika Serikat (AS), terdapat tiga vaksin meningitis yang tersedia:

1. Vaksin polisakarida meningokokus (MPSV4), dijual sebagai Menomune

2. Vaksin konjugat meningokokus (MCV4), dijual sebagai Menactra, MenHibrix, dan Menveo.

3.Vaksin meningokokus serogrup B, dijual sebagai Trumenba dan Bexsero.

Diketahui lebih lanjut, pemberian vaksin meningitis hadir dengan berbagai efek samping yang bisa timbul. Mulai dari rasa nyeri, kemerahan, dan rasa terbakar di tempat titik suntikan.

Bahkan untuk beberapa orang bisa juga mengalami demam ringan selama satu atau dua hari setelah injeksi. Tidak hanya itu, efek samping seperti menggigil, sakit kepala, nyeri sendi, dan kelelahan juga disebutkan bisa dialami oleh pengidap meningitis setelah diberi vaksin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini