Umur Berapa Anak Harus Dapat Vaksin Meningitis?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 481 2196770 umur-berapa-anak-harus-dapat-vaksin-meningitis-VkvhIC7gKb.jpg Ilustrasi. (Foto: Momnastic)

MENINGITIS dapat dicegah dengan vaksin. Tapi ada orang yang boleh mendapatkan vaksin, ada juga yang tidak.

Seperti kabar duka yang baru membuat masyarakat Indonesia berduka, Glenn Fredly meninggal dunia akibat meningitis. Meningitis merupakan penyakit selaput radang otak yang dapat merenggut nyawa.

Sementara CDC merekomendasikan beberapa syarat orang yang boleh menerima vaksin meningitis, juga orang yang tidak boleh. Beberapa di antaranya adalah:

anak vaksin

1. Semua anak usia 11-18 atau anak-anak muda berisiko tinggi tertentu (MenB direkomendasikan untuk orang berusia 16-18 yang tidak berisiko tinggi)

2. Siapapun yang telah terpapar meningitis.

3. Siapapun yang bepergian atau tinggal di daerah rawan meningitis seperti di Afrika, sub-Sahara.

4. Anggota militer.

5.Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh tertentu atau limpa yang rusak atau hilang.

Sementara itu terdapat juga beberapa kategori orang yang tidak boleh mendapatkan vaksin meningitis. Mereka adalah:

1. Orang yang pernah mengalami reaksi alergi yang parah dan mengancam jiwa terhadap vaksin meningitis sebelum atau terhadap komponen vaksin apa pun.

2. Sedang sakit parah (dijadwal ulang saat Anda sehat).

3. Pernah menderita sindrom Guillain-Barre.

Wanita hamil bisa mendapatkan vaksin meningitis, tetapi hanya disarankan bagi mereka yang memiliki masalah kekebalan tertentu. Mereka juga boleh divaksin apabila telah terpapar meningitis.

Dengan vaksin MCV4 dan MenB yang merupakan vaksin baru, belum ada banyak penelitian pada wanita hamil dibandingkan dengan vaksin MPSV4.

Tentunya vaksin meningitis ini memiliki beberapa efek samping bagi para penggunanya. Efek samping ringan terjadi pada sekitar setengah dari mereka yang mendapatkan vaksin.

Mereka mungkin akan mengalami kemerahan atau rasa sakit pada kulit yang disuntikkan. Efek samping ini berlangsung tidak lebih dari 1 atau 2 hari. Efek samping serius seperti demam tinggi, kelemahan, dan perubahan perilaku, dilaporkan jarang terjadi.

Reaksi alergi yang parah dapat terjadi dalam beberapa menit atau beberapa jam setelah vaksinasi. Beberapa tanda-tanda reaksi alerginya adalah kesulitan bernafas, suara serak, hive, pucatan, lemas, detak jantung cepat atau pusing.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini