Share

Alasan Orang Wajib Pakai Masker saat Keluar Rumah saat Corona COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 09 481 2196934 alasan-orang-wajib-pakai-masker-saat-keluar-rumah-saat-corona-covid-19-sGXcwtZzhs.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEPERTI di Indonesia, negara-negara maju seperti Amerika, Singapura, dan Kanada pun mengalami kelangkaan masker medis. Padahal makser sangat dibutuhkan sebagai salah satu bagian dari alat pelindung diri bagi para tenaga medis.

Masker medis yang dimaksud seperti masker N95 dan masker bedah. Nah, masker medis yang semestinya hanya untuk para tenaga medis, tetapi masih saja dibeli dan dipakai oleh masyarakat.

Hingga akhirnya keluarlah imbauan bagi masyarakat biasa dan orang-orang yang sehat untuk menggunakan masker DIY (do it yourself) yang dibuat sendiri menggunakan material bahan dari kain.

Memang, sejauh ini masih sedikit penelitian klinis, tentang seberapa efektif masker kain sebagai masker darurat.

masker

Tapi meskipun ada spektrum bukti tentang efektivitas masker, bagi si pemakai dan masyarakat luas di lingkungan sekitar orang tersebut, patut diingat juga, bahwa pakai masker bukan satu-satunya cara mencegah corona COVID-19. Ada upaya perlindungan lainnya, yakni rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan kontak dengan orang lain.

Dikatakan oleh Benjamin Cowling, kepala epidemiologi Hong Kong University (HKU), memakai masker non medis atau dengan kata lain masker kain, tetaplah menjadi upaya yang harus dilakukan oleh masyarakat umum. Cara ini masih jauh lebih baik, daripada tidak melindungi diri sama sekali.

“Konsep pemakaian masker kain ini adalah lebih baik daripada tidak sama sekali,” ujar Benjamin, sebagaimana dikutip Southchinamorningpost, Jumat (10/4/2020).

Sementara itu, pada 2015 silam, Abrar Ahmad Chughtai, dosen kesehatan internasional di Universitas New South Wales di Sydney sendiri melakukan satu-satunya uji klinis dunia, tentang efektivitas masker kain.

Dari uji klinis tersebut, didapatkan hasil bahwa jika dibandingkan dengan masker medis tipe masker spesialis bedah, pada masker kain memang tingkat semua hasil infeksi secara konsisten, lebih tinggi daripada masker bedah.

Tapi sekali lagi, karena di penelitian ini perbandingannya dengan masker bedah, maka pada dasarnya cukup sulit untuk menentukan bagaimana kinerja masker kain itu. Terutama jika dibandingkan tanpa memakai masker sama sekali.

Abrar mengungkapkan, pada penelitian lain hasilnya menunjukkan bahwa masker kain dapat memberikan perlindungan kepada si pemakainya. Tetapi perlindungan ini masih kurang dari perlindungan, yang bisa diberikan oleh masker medis dan respirator.

Intinya memakai masker, termasuk penggunaan masker kain sebagai masker darurat, tujuannya untuk menghentikan penyebaran penyakit oleh si pembawa virus (konsep kontrol sumber). Untuk kasus virus corona COVID-19, saat ini bisa positif terinfeksi, tanpa menunjukkan gejala sama sekali. Inilah kenapa, senada dengan Benjamin, Abrar juga menyarankan masyarakat wajib menggunakan masker setiap kali keluar rumah.

“Jika tingkat penularan yang tinggi sedang berlangsung di masyarakat, contohnya seperti yang di Amerika sekarang, orang-orang harus menggunakan masker. Karena kita tahu nyatanya kasus asimptomatik yang ada itu tinggi. Untuk mengontrol sumber, Anda dapat menggunakan masker apapun, bahkan masker kain juga tidak masalah,” terang Abrar.

Namun harus diingat, sehubungan memakai masker kain sebagai upaya melindungi diri dari paparan virus ini, para ahli memperingatkan bahwa bagaimanapun masker kain tetap harus dipasang. Juga dipakai dengan benar pada wajah dan harus segera dicuci setelah digunakan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini