5 Cara Menyenangkan Ajarkan Anak untuk Physical Distancing Cegah Corona COVID-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 10 196 2197207 5-cara-menyenangkan-ajarkan-anak-untuk-physical-distancing-cegah-corona-covid-19-zmh2YpzWNC.jpg Ilustrasi. (Foto: Parenting)

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai resmi diberlakukan. Anda sekeluarga tentu harus physical distancing dan semakin membatasi aktivitas keluar rumah untuk mencegah corona COVID-19.

Termasuk juga pada anak-anak, sebaiknya jangan diperbolehkan main di luar ruangan saat situasi pandemi corona COVID-19. Ajarkan mereka apa itu physical distancing.

Meski pada dasarnya mengurus anak di masa-masa normal saja, sudah bukan tugas yang mudah bagi orangtua. Apalagi di saat darurat seperti ini, saat terjadi pandemi corona COVID-19.

Orangtua harus mengajarkan banyak hal baru kepada anak. Tentunya agar anak semakin paham dengan situasi yang dihadapi sekarang.

Nah, bagaimana cara untuk mengajarkan anak tentang physical distancing? Dirangkum Okezone, Jumat (10/4/2020) coba baca dulu yuk ulasannya di bawah ini.

Bicara sejujurnya

anak

Dilansir dari Forbes, saran pertama dari Dr Neha Chaudhary, seorang psikiater anak dan remaja di Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School, ialah bicara jujur dengan anak. Jelaskan pada anak sejujur mungkin tentang situasi pandemi, bahaya, kenapa kita semua wajib menjaga jarak dengan orang lain. dan sebagainya.

Namun dengan tetap tatanan kata yang sesuai dengan usianya. Dokter Neha menyebutkan, bahkan orangtua harus menyiapkan diri dari pertanyaan ekstrem, yang bisa diajukan oleh anak. Misalnya apa yang terjadi jika seseorang meninggal karena virus ini dan sebagainya.

Menjelaskan pada anak soal kondisi pandemi corona COVID-19, membuat kita wajib menjaga jarak dengan orang lain dengan jujur sangat penting. Hasil penelitian menemukan bahwa anak-anak dari orangtua yang berusaha menyembunyikan sesuatu, malah lebih membuat anak merasakan kecemasan dan stres. Berbeda jika dibandingkan dengan anak yang orangtuanya secara jujur dan terbuka.

Pakai bahasa yang mudah

Menjelaskan apa itu physical distancing pada anak, salah satu cara terbaiknya ialah menggunakan tutur bahasa, serta konsep yang simpel. Sehingga anak jadi mudah mengerti.

Anak-anak sangat bervariasi dalam perkembangan verbal dan sosial-emosional mereka. Selain tidak bikin anak jadi pusing dan stres, menjelaskan pakai bahasa dan konsep simpel juga bertujuan untuk bisa membuat sesuatu jadi sederhana tapi bermakna.

Angkat yang positif

Jujurlah tapi tetap menekankan hal-hal positif. Beri tahu anak bahwa menjaga jarak atau physical distancing, dengan orang lain mungkin memang berat dilakukan. Tapi ingatkan anak, bahwa dengan melakukan physical distancing maka mereka termasuk menjadi pahlawan karena telah ikut berusaha untuk melindungi dan menjaga diri sendiri, keluarga, serta banyak orang lain di lingkungan masyarakat.

Buat area khusus

Dengan membuat area khusus di rumah bagi anak untuk main dan belajar, secara langsung menunjukkan bahwa melakukan physical distancing dengan tetap berada di dalam rumah. Lalu mereka tetap bisa beraktivitas menyenangkan. Siapkan area khusus untuk anak di rumah, biarkan anak-anak berpartisipasi dalam menciptakan ruang mereka.

Temukan cara-cara kreatif dalam membuatnya area khusus ini. Misalnya buat pembatas dari selotip berwarna, benang, kaus kaki atau apapun yang menarik untuk anak. Tempatkan tisu basah, tisu kering, serta minta anak buat ritual khusus. Misalnya harus mencuci tangan saat masuk dan keluar work area mereka sendiri.

Tetap terhubung

Meski sedang jaga jarak dengan orang lain, orangtua bisa mengajari anak bahwa meski sedang atau physical distancing. Tapi ia tetap bisa terhubung dengan teman-teman sekolahnya atau dengan anggota keluarga lainnya. Ajak anak untuk menelepon atau video call teman-teman sekolahnya, main game online bersama om-tantenya, atau bisa juga berkirim pesan dan surat elektronik ke kakek dan neneknya.

Hal ini menjadi penting, sehingga anak tidak merasa terisolasi atau terkungkung dari dunia dan orang-orang terdekatnya. Untuk melakukan ini, orang tua disarankan membuat jadwal di waktu-waktu tertentu agar bisa rutin dilakukan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini