nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mirip COVID-19, Penyakit Meningitis Sangat Mudah Menular

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 11:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 10 481 2197109 mirip-covid-19-penyakit-meningitis-sangat-mudah-menular-XeI1aVmEyy.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Musisi kondang Glenn Fredly meninggal dunia akibat penyakit meningitis. Ini merupakan penyakit  yang tergolong sangat mudah menular, mirip dengan sifat COVID-19.

Diterangkan Dokter Spesialis Saraf Primaya Hospital Bekasi Utara dr. Istiana Sari, Sp.S, meningitis tergolong dalam penyakit yang sangat mudah menular. Penyakit meningitis adalah peradangan meningen yaitu peradangan yang terjadi pada selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.

"Peradangan terjadi karena adanya infeksi akibat virus, bakteri, atau jamur. Penularan ini bisa melalui percikan cairan hidung dan tenggorokan yang terciprat saat batuk atau bersin dari penderita meningitis. Makanya kemudian disebut sebagai penyakit yang sangat menular," terang dr Istiana, melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (10/4/2020).

Ia melanjutkan, pada saat daya tahan tubuh menurun, sistem antibodi tidak dapat secara maksimal melawan infeksi sehingga kuman bisa menyebar hingga ke sumsum tulang belakang dan selaput otak.

Selain ditularkan langsung dari penderita, meningitis juga bisa terjadi bila seseorang mengalami kecelakaan atau benturan di bagian kepala yang menyebabkan tulang kepala retak atau terbuka. Kondisi seperti ini memungkinkan bakteri masuk ke selaput otak.

"Untuk kasus tertentu, proses operasi bagian otak yang tidak tepat juga dapat mengakibatkan bakteri masuk ke otak akibat terbukanya kepala saat operasi," ujar dr Istiana.

Menjadi catatan adalah penyakit meningitis ini bisa menyerang segala usia. Namun, ada beberapa kelompok usia yang terbilang cukup rentan mengalami penyakit ini.

"Usia paling rentan terhadap meningitis adalah bayi berusia di bawah 1 tahun dan dewasa usia lanjut akibat rentannya daya tahan tubuh mereka," paparnya.

Dokter Istiana menegaskan, usia produktif remaja 15 tahun sampai 24 tahun pun rentan jika mereka menerapkan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau berpergian ke club malam di tengah orang banyak sehingga tanpa disadari memiliki potensi tertular meningitis.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini