nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Meningitis yang Diidap Glenn Fredly, 3 Penyakit Otak Lain Ini Juga Berbahaya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 17:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 10 481 2197215 selain-meningitis-yang-diidap-glenn-fredly-3-penyakit-otak-lain-ini-juga-berbahaya-28HQeGThiz.jpg Ilustrasi. (Boldsky)

INDONESIA baru saja kehilangan musisi senior, Glenn Fredly. Penyanyi berusia 44 tahun itu mengembuskan napas terakhirnya karena mengidap meningitis.

Glenn Fredly meninggal dunia dia Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawati. Ia sempat dirawat pada Senin 6 April 2020 dan kini sudah berada di pangkuan Sang Ilahi.

Sebagaimana diketahui, meningitis adalah salah satu penyakit yang menyerang otak. Otak adalah pusat kendali tubuh bagi manusia. Ini adalah bagian dari sistem saraf, yang juga mencakup sumsum tulang belakang dan jaringan besar saraf serta neuron.

Sistem saraf mengontrol segala sesuatu mulai dari indera manusia hingga otot-otot yang ada di seluruh tubuh. Ketika otak rusak, kondisi ini dapat mempengaruhi banyak hal. Termasuk ingatan atau bahkan kepribadian manusia.

Tak hanya meningitis, ternyata ada beberapa penyakit lain yang menyerang otak manusia. Dilansir Okezone dari Healthline, Jumat (10/4/2020), berikut ulasannya.

Cedera Otak

penyakit otak

Cedera otak sering disebabkan oleh trauma yang disebabkan oleh benda tumpul. Cedera otak dapat merusak jaringan otak, neuron, dan saraf. Kerusakan ini memengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan seluruh tubuh Anda.

Beberapa contoh penyakit yang termasuk cedera otak adalah hematoma, gumpalan darah di kepala, memar jaringan otak, edema serebral, pembengkakan di dalam tengkorak dan gegar otak

Adapun beberapa contoh gejala cedera otak seperti muntah, mual, kesulitan bicara, berdarah dari telinga, mati rasa, kelumpuhan, hilang ingatan, serta bermasalah dengan konsentrasi.

Cedera otak dapat terjadi apabila tekanan darah tinggi, detak jantung rendah, pelebaran pupil, pernapasan tidak teratur.

Tumor otak

Tumor seringkali terbentuk di otak dan bisa sangat berbahaya. Ini disebut tumor otak primer. Dalam kasus lain, kanker yang ada di tempat lain pada tubuh dapat menyebar ke otak. Ini disebut tumor otak sekunder atau metastasis.

Tumor otak bisa menjadi ganas dan menyebabkan kanker. Dokter mengklasifikasikan tumor otak dengan empat stadium. Angka yang lebih tinggi menunjukkan tumor yang lebih agresif. Penyebab tumor otak sebagian besar tidak diketahui.

Mereka dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Gejala tumor otak tergantung pada ukuran dan lokasi tumor.

Gejala paling umum dari tumor otak adalah sakit kepala, kejang, mati rasa, kesemutan di lengan atau kaki, mual, muntah, perubahan kepribadian, kesulitan dengan gerakan atau keseimbangan, perubahan pendengaran, atau ucapan.

Jenis perawatan yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit ini tergantung pada banyak faktor. Beberapa diantaranya adalah ukuran tumor, usia, dan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Jenis perawatan utama untuk tumor otak adalah operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi.

Penyakit neurodegeneratif

Penyakit neurodegeneratif menyebabkan otak dan saraf memburuk seiring waktu. Mereka dapat mengubah kepribadian Anda dan menyebabkan kebingungan. Mereka juga dapat menghancurkan jaringan dan saraf otak manusia.

Beberapa penyakit otak, seperti penyakit Alzheimer, dapat berkembang seiring bertambahnya usia. Mereka perlahan-lahan dapat merusak memori dan proses berpikir. Penyakit lain, seperti penyakit Tay-Sachs, bersifat genetik dan mulai muncul pada usia dini.

Penyakit neurodegeneratif umum lainnya adalah penyakit Huntington ALS (amyotrophic lateral sclerosis), atau penyakit Lou Gehrig Penyakit Parkinson.

Beberapa gejala umum dari penyakit neurodegenerative adalah hilang ingatan, sering lupa, kegelisahan, hilangnya atau perubahan suasana hati.

Penyakit neurodegeneratif menyebabkan kerusakan permanen, sehingga gejalanya cenderung memburuk saat penyakit berlanjut. Ketika baru muncuk penyakit ini juga cenderung berkembang dari waktu ke waktu.

Tidak ada obat untuk penyakit neurodegeneratif, tetapi pengobatan masih dapat membantu meringankan penyakit ini. Perawatan seringkali melibatkan penggunaan obat-obatan untuk mengendalikan gejala. (dwk)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini