Enggak Perlu Panik saat Bayi ASI Ekslusif Jarang BAB, Kenapa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 12 April 2020 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 10 481 2197275 enggak-perlu-panik-saat-bayi-asi-ekslusif-jarang-bab-kenapa-dOf3ByN4kA.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PANDEMI corona COVID-19 seperti sekarang, membuat sebagian orang benar-benar menyadari kesehatan tubuh. Ketika kondisi tubuh tak fit atau merasa ada yang salah, segera konsultasi, bahkan jika perlu minum obat jadi langkah yang banyak dipilih.

Hal ini juga berlaku bagi bayi. Jika bayi rewel, orangtua tentu khawatir dengan kondisi sang anak. Misalnya saja contoh kasus ketika bayi yang masih mengonsumsi ASI eksklusif, tidak buang air besar (BAB) secara teratur.

asi

"Tenang, bayi tersebut tidak sedang mengalami masalah kesehatan," kata Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Timur dr Citra Amelinda, SpA, MKes, beberapa waktu lalu.

Ia menerangkan, bayi di bawah usia 6 bulan yang masih ASI ekslusif memang jarang BAB. Hal ini terjadi karena ASI diserap hampir seluruhnya oleh tubuh bayi.

"Bayi ASI ekslusif itu memang jarang BAB karena ASI diserap hampir sempurna oleh tubuh dan jarang ada sisa yang dibuang menjadi fases," ungkap dr Citra.

bayi

Di awal kelahiran, ASI mengandung protein dan oligosakarida yang belum dicerna sehingga volume pup-nya lebih besar dan konsistensinya lebih lunak. Nah, bertambahnya usia bayi, membuat pup-nya jadi lebih jarang. "Ini terjadi karena ASI yang diminum bayi merangsang stimulasi refleks gastrokolik," terang dr Citra.

Perlu diketahui oleh orangtua, sambung dr Citra, ketika bayi Anda BAB seminggu dua kali, itu sangat wajar sekali. "Range BAB bayi ASI ekslusif itu bisa sampai 10-14 hari sekali," sambungnya.

Harus dicatat di sini, meski range BAB yang sangat jarang, ketika bayi tidak aktif bergerak, mengalami kesakitan ditandai dengan rewel, tidak kentut, maka Anda mesti bawa bayi ke dokter. Namun, kalau bayi sehat-sehat saja, ya, tidak ada masalah artinya.

Di saat pandemi seperti sekarang, kesehatan ibu dan bayi harus mendapat perhatian lebih. Setiap ibu mesti mengonsumsi makanan sehat dan dijamin kebersihannya. Hal ini penting supaya bayi dipastikan mendapat asupan ASI yang berkualitas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini