Inilah Makna Jumat Agung bagi Umat Kristen

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 10 April 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 10 612 2197118 inilah-makna-jumat-agung-bagi-umat-kristen-6we8gJWhY3.jpg Berdoa. (Foto: Okezone/Dede)

KENAPA disebut sebagai Jumat Agung atau Good Friday dalam Bahasa Inggris, padahal ini berkaitan dengan peristiwa penyaliban dan kematian Yesus?

Pada Jumat, 10 April 2020 ini, seluruh umat Kristen dan Katolik di seluruh dunia merayakan Hari Jumat Agung sebagai bagian dari Perayaan Paskah.

Apa makna Jumat Agung?

Bagi umat Kristiani, Jumat Agung menjadi salah satu hari penting setiap tahun. Di dalam Christianity.com dijelaskan bahwa pada Jumat Agung, umat Kristiani merayakan dan mengenang kembali kisah sengsara Yesus yang disalibkan di Bukit Golgota. Di dalam kepercayaan Kristen, kisah penyaliban Yesus oleh tentara Romawi ini menjadi simbol penebusan Yesus atas dosa-dosa umat manusia.

Di dalam kepercayaan Kristen Jumat Agung ini adalah bagian dari ritual Tri Hari Suci sebelum perayaan Paskah. Dimulai dari Kamis Putih yaitu untuk mengenang makan malam terakhir Yesus bersama murid-muridnya. Pada saat itu, Yesus membasuh kaki murid-muridnya.

penyaliban

Ini menjadi lambang Yesus mengajarkan kita untuk rendah hati dan memiliki semangat melayani sesama, meskipun pada orang yang membenci atau memusuhi kita. Kemudian pada Jumat Agung, umat Kristen mengenang kembali kisah penangkapan Yesus oleh tentara Romawi karena hasutan dan fitnahan dari orang Saduki dan para ahli Taurat yang membenci ajaran cinta kasih.

Pada Jumat Agung, umat Kristen di seluruh dunia mengenang pengorbanan Yesus untuk memanggul salib, dicambuk dan disiksa dengan keji oleh tentara Romawi, menuju ke Bukit Golgota. Peristiwa penyaliban ini menunjukkan cinta Yesus yang begitu besar kepada para pengikutnya hingga ia rela menderita demi kesalahan dan dosa-dosa kita.

Pada Perayaan Jumat Agung, umat Kristiani percaya bahwa momen Yesus menyerahkan nyawa kepada Bapa di Surga sebagai bentuk pengorbanan dan belas kasih Tuhan kepada manusia, meskipun kita semua selalu berbuat salah dan dosa. Hal ini mengingatkan kita untuk memiliki sifat penolong dan pemaaf seperti Tuhan yang selalu berbelas kasih kepada umat-Nya.

Yesus mengingatkan bahwa manusia memiliki banyak kelemahan, sehingga tak ada yang bisa luput dari dosa dan kesalahan. Namun, dari pengorbanannya, Yesus mengajarkan kepada para pengikutnya untuk selalu berbuat kebaikan tak terkecuali kepada orang yang pernah menyakiti kita.

Melalui Jumat Agung, kita juga diingatkan bahwa dalam setiap penderitaan yang kita alami setiap hari, Tuhan juga ikut memanggul “salib kehidupan”. Maka, diharapkan umat Kristiani untuk selalu kuat dan tabah menjalani kehidupan sekaligus selalu berbelas kasih kepada sesama yang lebih menderita, bersikap memaafkan, memiliki semangat berbela rasa.

Lalu pada Sabtu Paskah, umat Kristen merayakan misteri kebangkitan Yesus dan ini menjadi lambang kemenangan atas dosa dan maut. Perayaan Paskah ini juga mengajarkan bahwa manusia bisa melawan semua keinginan buruk: nafsu duniawi, sikap egois, iri hati dan benci.

Pada saat Paskah, manusia bisa terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik: penuh belas kasih, memaafkan dan peduli pada sesama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini