Pandemi COVID-19 Memaksa Ibadah Dikerjakan di Rumah, Pemuka Agama: Tetap Saling Mendoakan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 11 April 2020 01:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 10 612 2197307 pandemi-covid-19-memaksa-ibadah-dikerjakan-di-rumah-pemuka-agama-tetap-saling-mendoakan-9lYswPaT9L.jpg Ilustrasi. (Okezone)

KEMENTERIAN Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat mengimbau agar seluruh pemeluk agama melaksanakan peribadatan di rumah saja. Keputusan ini dikeluarkan demi memutus penularan virus corona COVID-19.

Empat perwakilan pemuka agama pun secara khusus menyampaikan pesan tersebut dalam konferesi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jumat (10/4/2020) dan diharap seluruh umat mampu menaatinya dengan bijak. Sekali lagi, ini semua dilakukan agar kita bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan negara.

Maka, berikut ini beberapa pesan dari empat pemuka agama dari Direktur Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama Republik Indonesia (Islam, Hindu, Budha, dan Katolik) yang coba dirangkum Okezone:

Agama Islam

ibadah

"Seluruh umat Islam di Indonesia diimbau agar dalam melaksanakan ibadah, baik itu salat dan segala aktivitas yang terkait dengan datangnya bulan suci Ramadan, diharapkan untuk tetap berada di rumah. Mulai dari pelaksanaan ibadah puasa, tentu kita berharap bisa dikerjakan sesuai dengan fiqh puasa, meniadakan buka puasa bersama, pun salat tarawih dilaksanakan di rumah masing-masing. Nudzulul quran akan ditiadakan, begitu juga dengan tadarus Alquran di masjid akan ditiadakan," terang Ditjen Bimas Islam Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA.

Ia juga menambahkan, ibadah di rumah saja itu tidak akan mengurangi kualitas dan pahala ibadah. "Sebab, kita sedang dalam keadaan darurat. Insyaallah Allah memahami," tambahnya.

Agama Hindu

"Ajaran agama mengajarkan kita harus memandang hidup dan eksistensi kehidupan kita dengan sebaik-baiknya," ucap Plt. Ditjen Bimas Hindu I Made Sutresna, S.Ag, MA.

Ia mengibaratkan pandemi COVID-19 ini sebagaimana berlayar menyeberangi lautan. Tentunya saat menyeberangi lautan kadang tenang, kadang ada ombaknya, bahkan kadang tiupan angin sangat kencang sehingga ada terpaan masalah.

I Made Sutresna juga menyampaikan pesan agar umat Hindu mampu memanfaatkan teknologi yang ada dalam beribadah di rumah. Sebab, sebagai seorang beragama, umat harus bisa beradaptasi.

"Beribadah di rumah saja. Jangan lupa untuk saling mengirimkan doa, saling menyemangati. Dengan begitu, membuat kita makin kuat, solid, dan bersatu melawan pandemi COVID-19 ini. Prinsip ini harus dipegang umat," tambahnya.

Agama Buddha

Selain umat Islam yang ingin menyambut bulan suci Ramadan, umat Buddha pun ternyata sedang bersiap menyambut Hari Raya Waisak. Karena itu, ada beberapa hal yang coba disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Budha Nyoman Suriadarma.

Pertama, dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak yang jatuh pada 7 Mei 2020, lakukan peribadahan di rumah saja. Termasuk momen detik-detik Waisak.

Selain itu, lakukan puja bakti hari Minggu di rumah saja pun sekolah minggu yang rutin dilakukan anak-anak, dikerjakan di rumah saja. "Tiga poin ini penting dilaksanakan agar keluarga kita dan tetangga kita semua terhindar dari COVID-19," ungkap Nyoman.

Ia menambahkan, dalam melaksanakan ouja bakti, umat Budha bisa melakukannya di media sosial, live streaming. Karena itu, umat Budha diminta untuk bisa memanfaatkan teknologi yang ada. "Silaturahmi sekarang dilakukan dengan teknologi," tambahnya.

Agama Katolik

Sama dengan pernyataan pemuka agama sebelumnya, Ditjen Bimas Katolik pun sepakat untuk meniadakan semua kegiatan keagamaan kegerejaan yang bersifat mengumpulkan umat. "Dengan catatan bahwa kita masih bisa merayakan di gereja katedral di paroki dengan cara yang sederhana tanpa kehadiran umat," terang Plt. Direktur Urusan Agama Katholik F.X. Rudy Andrianto.

Karena itu, di momen Paskah ini, pihaknya memberikan misa online melalui Youtube, TVRI, RRI, dan lainnya. F.X. Rudy pun meminta kepada umat Katolik untuk tetap berdoa dan menerima permasalahan COVID-19 ini dengan tetap berdoa di rumah.

"Jangan lupa untuk saling mendoakan, saling memperkuat sehingga kita bisa terlepas dari kondisi ini. Jaga kesehatan dan tetap memelihara kehidupan," tambahnya.

Selain pesan khusus untuk umat beragama di Indonesia, para pemuka agama ini pun menyampaikan 5 poin penting dalam upaya menghindari atau mencegah penularan COVID-19 di tengah masyarakat.

1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik

2. Kenakan masker, khususnya ketika Anda keluar rumah

3. Jaga jarak aman 1 hingga 2 meter

4. Di rumah saja dengan tetap berdoa, beribadah kepada Tuhan, pun produktif.

5. Tidak melakukan kerumunan melibatkan orang banyak.

"Lakukan ini secara disiplin dan jadilah pahlawan dengan melindungi diri sendiri, keluarga, masyarakat, atau negara. Mari kita menangkan perang melawan COVID-19," pesan seluruh pemuka agama.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini