Area Kering dan Berdebu Berisiko sebagai Tempat Penularan Meningitis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 11 April 2020 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 11 481 2197658 area-kering-dan-berdebu-berisiko-sebagai-tempat-penularan-meningitis-QJoO3aYrZ6.jpg Ilustrasi. Foto: Foxnews

MENINGITIS atau meningokokus merupakan penyakit menular menyebar di seluruh dunia, namun terbanyak terdapat di Afrika sub-Sahara. Di wilayah itu epidemi meningitis terjadi setiap lima hingga 12 tahun.

Laporan CDC pada Jumat 10 April 2020, tingkat serangan tahunan di wilayah itu rata-rata sekira 0,3 hingga tiga per 100 ribu penduduk. Serogrup A secara historis menyumbang 90 persen dari kasus penyakit meningitis dan sebagian epidemi berskala besar.

Mulai 2010, negara-negara yang berpotensi mengalami meningitis mulai menerapkan kampanye vaksinasi massal. Vaksinasi meliputi vaksin konjugat meningitis serogrup A (MenAfriVac®) yang merupakan serovon monovalen.

Pada Desember 2018 vaksinasi diadakan di 22 dari 26 negara yang menjadi target. Vaksinasi dilakukan pada mereka yang berusia satu hingga 29 tahun. Selain itu, delapan negara juga memperkenalkan vaksin ke dalam program imunisasi anak rutin.

Setelah pengenalan vaksin, epidemi serogroup A telah berhasil di eliminasi di daerah vaksinasi.

Sementara guna pencegahan penyakit meningitis, perlu diketahui kondisi area yang berpotensi atau berisiko sebagai tempat penularan penyakit tersebut. Kondisinya yaitu:

1.Area tersebut kering dan berdebu selama musim kemarau.

2.Kerentanan imunologis populasi.

3.Perjalanan dan perpindahan populasi besar, kondisi kehidupan yang ramai.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini