Kreasi Outfit Tie-Dye, Bangkitkan Mood saat WFH

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 13 April 2020 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 194 2198474 kreasi-outfit-tie-dye-bangkitkan-mood-saat-wfh-OU44h38bLc.jpg Ilustrasi. (Foto: Grazia)

Busana tie-dye kembali menjadi tren di masa-masa pandemi corona COVID-19 saat ini. Selain warna-warnanya dapat membangkitkan mood, kamu juga bisa tetap tampil modis loh.

Dilansir Okezone dari Graziadaily, Senin (13/4/2020), tie-dye setara dengan busana Berocca. Jika kamu memilih gaya tie-dye, dijamin akan membuatmu seperti melihat dunia luar. Ya, walaupun sekarang hanya beraktivitas di rumah saja.

Bahkan di luar negeri banyak orang menggunakan busana tie dye, sampai baju tie-dye merek Free People melonjak. Keyword tie dye pun sangat tenar di internet. Sehingga merek tersebut telah menciptakan merek Tie-Dye Shop, sehingga 51 produk swirl-print mereka dapat berjajar bersama.

Mengapa baru tenar sekarang? Tie-dye memiliki konotasi warna bahagia. Ini merayakan pengerjaan dan menjadi kreatif, sementara juga tidak konvensional.

"Ini cetakan yang bagus untuk mengangkat semangat kita dan juga menonjol di tengah orang banyak," kata Direktur Marketing Matchesfashion, Natalie Kingham.

Kendati demikian, mungkin kamu juga akan menemukan banyak foto tie-dye di feed Instagram. Selfiedi balkon, Philipp dengan gaun cerah kotak tie-dye dengan caption "Jika Anda tidak dapat menemukan pelangi, pakailah satu (busana)."

Sementara itu, Alessandra Ambrosio, telah menghabiskan waktu membuat video TikTok dengan putrinya untuk padu-padan busana tie dye. Menurut mereka, menggunakan kaus tie-dye juga dapat membangkitkan mood.

Sepertinya dunia membutuhkan fesyen untuk membuat seseorang merasa baik saat ini. Bahkan desainer seperti Story MFG, Arizona Love dan The Elder Statesman, yang semuanya memiliki tie-dyedalam DNA mereka, potongan besar yang akan membuat Anda tersenyum segera, setelah kamu memakainya.

"Tie-dye spesial karena selalu sedikit mengejutkan," kata salah satu pendiri Story mfg Saeed Al-Rubeyi.

Misalnya saja dia membuat busana yang dijuluki Olga, dengan pusaran riak raspberry dan sepotong kain perca yang dirajut dengan tangan.

Selain juga, orang-orang juga banyak berbincang mengenai tie-dye buatan sendiri.

"Mereka menginginkan sesuatu yang terasa unik dan menceritakan kisah pribadi," ungkap Direktur Kreatif Baum und Pferdgarten Rikke Baumgarten dan Helle Hestehave.

"Ada juga kerinduan akan era yang lebih sederhana, yang mana kita punya waktu untuk membuat pakaian sendiri atau menyesuaikannya," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini