Tangkal Corona, Warga Bandung Masak Daun Kelor Jadi Hidangan Bergizi

Senin 13 April 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 298 2198375 tangkal-corona-warga-bandung-masak-daun-kelor-jadi-hidangan-bergizi-S2AXw8yJTZ.jpg Warga masak daun kelor jadi hidangan bergizi (Foto : Odesa Indonesia)

Salah satu kunci mencegah virus corona adalah menjaga imunitas tubuh. Menjaga imunitas tubuh bisa dilakukan salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang bergizi.

Seperti puluhan warga di Cimenyan Kabupaten Bandung yang mengikuti gerakan memasak kelor bersama. Dikutip dari VOA Indonesia, dengan bahan dasar daun kelor, warga berhasil memasak sayur bening, oseng-oseng, bahkan bakwan.

“Soal makan kelor sekarang sudah biasa. Dulunya kita tidak tahu manfaatnya. Tapi banyak yang sembuh dari sakit, warga jadi ikut-ikutan,” kata Enoh Supena, salah seorang warga.

Masak Kelor

(Foto : Odesa Indonesia)

Meski gerakan bersama, warga tetap memasak kelor di rumah masing-masing mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak berkumpul. Selain itu, warga juga diberikan edukasi pentingnya gizi dan apa itu virus corona. Kegiatan ini akan kembali digelar pekan depan.

Sementara itu, Tanaman kelor telah dibudidayakan warga petani di Cimenyan sejak 2018. Budidaya ini adalah inisiatif Yayasan Odesa Indonesia, yang membagikan bibit dan melakukan pendampingan bagi warga.

Saat ini sudah ada 3.000-an keluarga yang ikut membudidayakan kelor. Ada yang menanam di pekarangan, di pinggir ladang, bahkan ada yang menanam penuh di ladang-ladang perbukitan. Odesa mewajibkan petani menanam minimal empat pohon kelor. Petani juga dianjurkan mengkonsumsi kelor minimal tiga kali seminggu. Gerakan ini berupaya memperbaiki kualitas gizi masyarakat.

Manfaat kelor

Pengurus Odesa, Enton Supriyatna, yang memimpin masak bersama, mengatakan kelor adalah ‘tanaman strategis’ karena punya banyak keunggulan.

"Pertama, sumber gizi. Kedua penyelamat erosi tanah, dan ketiga berguna untuk peningkatan ekonomi petani,” jelasnya.

Budidaya Kelor

(Foto : Odesa Indonesia)

Badan Pangan Dunia (FAO) menetapkan kelor sebagai Crop of the Month (pangan bulan ini) pada 2018, karena kandungan gizinya. Kelor kaya akan protein, vitamin A, B, C dan berbagai mineral, serta antioksidan.

Bagi petani skala kecil, FAO merekomendasikan kelor sebagai sumber gizi bagi ibu dan anak, sebagai obat, serta tambahan pendapatan. Sementara itu, pohon kelor mampu mengurangi erosi tanah.

Kelor juga cepat tumbuh dan menghasilkan daun saat musim kemarau. Sehingga menjadi alternatif makanan saat persediaan pangan menipis. Enton mengatakan, pihaknya mendorong petani supaya punya tradisi bertani untuk konsumsi.

"Jangan semua hasil panen melulu urusan dijual sementara keluarga juga butuh sumber gizi harian. Sebelum berpikir dijual, harus punya tujuan untuk dikonsumsi. Dan kelor sangat menguntungkan karena bisa dipanen kapan saja," imbuhnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini