Jaga Imunitas Tubuh, Tidurlah Minimal 7 Jam 6 Menit

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 13 April 2020 21:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 612 2198635 jaga-imunitas-tubuh-tidurlah-minimal-7-jam-6-menit-2t38Oa5p7o.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Corona COVID-19 memang membuat kita harus menerapkan pola hidup sehat. Pasalnya, hingga saat ini satu-satunya cara untuk sembuh dari virus corona COVID-19 adalah dengan memperkuat imun tubuh.

Tidak heran, jika saat ini banyak yang rajin berjemur sinar matahari pagi, mengonsumsi vitamin bahkan jamu-jamuan, untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tapi, jangan lupa salah satu yang juga penting untuk menjaga daya tahan tubuh kita adalah cukup tidur.

Dengan waktu tidur yang cukup, tubuh menjadi lebih sehat dan energi. Umumnya orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam. Tapi, karena padatnya aktivitas, seringkali waktu tidur bisa menjadi berkurang.

Padahal, orang yang tidur selama 7 jam 6 menit akan merasa sangat bahagia. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, sebuah survei menemukan bahwa perempuan berjuang paling keras untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Selain itu, mereka yang jam tidurnya paling sedikit adalah yang paling tidak bahagia.

Tidur nyenyak

Dilansir dari healthline, hasil survey dilakukan oleh perusahaan kasur Amerisleep mereka yang berusia 25 ke bawah mendapatkan banyak tidur tanpa memandang tingkat kebahagiaan. Mereka yang mendapatkan waktu tidur terbaik cenderung bermeditasi atau mandi sebelum tidur. Sementara aktivitas yang mengganggu waktu tidur adalah bekerja atau bermain video game.

Dampak dari kurangnya tidur bukan hanya kelelahan. Kurang tidur menyebabkan depresi, peningkatan resiko obesitas, serangan jantung, stroke, dan diabetes. Hal itu bisa memperpendek angka harapan hidup seseorang.

Berbeda dari penelitian lainnya, para ilmuwan di Brigham and Women’s Hospital meneliti tentang rutinitas tidur. Peneliti menemukan mereka yang tidur pada waktu yang sama setiap hari lebih sehat dan sukses daripada teman mereka yang tidur dalam waktu cukup beberapa kali.

Dengan menggunakan buku harian tidur, tim peneliti mengukur ritme tidur dan sirkadian pada 61 mahasiswa di Harvard College selama 30 hari. Lalu para ilmuwan membandingkan data tidur mereka dengan kinerja akademis. Sangat banyak siswa dengan pola tidur tidak teratur memiliki nilai rata-rata lebih rendah daripada yang lain.

Mereka yang memiliki pola tidur tidak teratur lebih mudah mengantuk karena pelepasan melatonin yang tidak teratur. Studi baru lainnya juga menunjukkan pola tidur sehari-hari adalah kunci kesehatan. Studi lain itu mengklaim, orang yang lebih banyak tidur di akhir pekan bisa meningkatkan resiko terkena penyakit jantung.

Para ilmuwan dari University of Arizona, Tucson bahkan menghitung risikonya. Para ilmuwan itu mengatakan orang yang jam tidurnya lebih lambat di akhir pekan daripada biasanya mengalami kenaikan resiko sebesar 11%. Inilah efek dari apa yang para ahli sebut 'social jet lag', yaitu memiliki pola tidur yang berbeda pada akhir pekan daripada selama hari kerja. Tidur lebih lama ditemukan tidak memiliki manfaat kesehatan jika Anda tidur lebih lama dari biasanya.

"Hasil ini menunjukkan bahwa keteraturan tidur lebih berperan penting bagi kesehatan dibandng durasi tidur," kata pemimpin penulis penelitian, Sierra B. Forbush, asisten peneliti di Sleep and Health Research Program.

Hal itu menunjukkan bahwa jadwal tidur yang teratur mungkin merupakan pengobatan pencegahan penyakit jantung yang efektif, relatif sederhana, dan murah serta banyak masalah kesehatan lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini